Berita Solo

Masih Banyak Aset Negara di Belanda, Tjahjo Kumolo Minta Perhatikan Kearsipan, Contoh Keris Solo

Sampai saat ini, kata Tjahjo, masih banyak aset negara ini yang berada di Belanda misalnya keris Solo dan lainnya.

TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Menpan-RB Tjahjo Kumolo dalam sambutan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan 'Arsip untuk Indonesia Maju' di The Sunan Hotel Solo, Rabu (26/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mendorong lembaga pemerintah memerhatikan kearsipan.

Sebab, hilangnya arsip bisa menyebabkan pihak lain mengaku-ngaku memiliki aset.

"Kalau arsip hilang digugat enggak bisa lepas," kata Tjahjo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan 'Arsip untuk Indonesia Maju' di The Sunan Hotel Solo, Rabu (26/2/2020).

Pemkot Tegal Dianggap Belum Siap Revitalisasi Taman Pancasila, PKL Minta Batalkan Kerja Sama

Tumbuhkan Semangat Literasi Tingkat SLB, Disdik Jateng Gelar Lomba di Batang

Sampai saat ini, kata Tjahjo, masih banyak aset negara ini yang berada di Belanda misalnya keris Solo dan lainnya.

Ada juga tempat publik yang perlu memerhatikan arsip lantaran lahannya masuk masing-masing wilayah sekitar.

Misalnya Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, menurutnya, di bandara itu hampir semua kabupaten di sekitarnya memiliki lahan, termasuk juga Waduk Kedungombo.

"Mutlak semua aset baik desa, kota, dan kabupaten harus tercatat di arsip rapi," katanya.

Menurut Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), M Taufik, ada sekitar 850 orang pejuang arsip hadir dalam acara ini.

Mereka datang dari kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota.

Mereka berjuang membuat arsip yang lebih baik.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved