Breaking News:

Berita Semarang

2 Alternatif Relokasi SMPN 16 Semarang Belum Diputuskan, PPK Tol Semarang-Batang Masih Negosiasi

Proses penggantian lahan SMPN 16 Semarang yang terdampak tol hingga kini masih belum kunjung diputuskan

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI
Pintu Gerbang SMPN 16 Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses penggantian lahan SMPN 16 Semarang yang terdampak tol hingga kini masih belum kunjung diputuskan.

Pemerintah Kota Semarang masih menunggu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Semarang-Batang melakukan negosiasi dengan pemilik lahan yang menjadi alternatif tempat relokasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri sudah menyodorkan dua alternatif lokasi pengganti SMPN 16 Semarang.

Ditanya Soal Aurel Pacaran dengan Youtuber, Krisdayanti: Atta Halilintar Bukan Ya?

Kisah Tragis Ibu Hamil Ditabrak Mobil Disaksikan Suami, Dimakamkan di Semarang, Penabrak Tak Ditahan

Detik-detik Ibu Hamil Tertabrak Mobil Disaksikan Suami, Istri dan Bayi Penantian 7 Tahun Meninggal

Guru Taekwondo di Semarang Cabuli Muridnya Sesama Jenis Pendatang Asal Banyumas

Dua tempat tersebut berada di Jalan Prof Hamka Ngaliyan yakni di sebelah Pizza Hut Ngaliyan dan depan Kelurahan Wates Ngaliyan.

"Itu bukan ranah kami lagi, tapi ranah Kementrian PUPR yang membebaskan dan membangunkan (SMPN 16 Semarang)," tutur Gunawan, Jumat (28/2/2020).

Pihaknya berharap penentuan tempat relokasi bisa segera diputuskan sehingga pembangunan juha dapat dilaksanakan 2020 ini.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, berdasarkan hasil rapat mediasi beberapa waktu lalu antara DPRD Kota Semarang, Disdik Kota Semarang, dan PPK Tol Semarang - Batang, appraisal tanah pengganti keluar Februari ini.

Lantaran ini sudah akhir Februari, dia berharap, PPK sudah bisa melakukan proses negosiasi harga tanah.

"Kalau nilai, harga, dan lokasi itu bukan kewenangan kami. Kami tidak ada rekomendasi harus dimana. Hanya, Kami mendorong agar cepet segera dibangun," papar Anang.

Menurut Anang, jika tanah pengganti sudah tersedia, akan mempermudah Disdik dalam membuat Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dan masterplan yang mana hal itu juga berhubungan langsung dengan DPRD selaku legislatif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved