Breaking News:

Pupuk Palsu

Pupuk Palsu Beredar di Jawa Tengah, Ini Ciri-Cirinya

Seorang petani asal Trucuk, Klaten, Ngatijan, menjadi pemicu terbongkarnya sindikat pupuk bersubsidi palsu.

Dok. Humas Kementerian Pertanian RI
Ilustrasi pupuk 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Seorang petani asal Trucuk, Klaten, Ngatijan, menjadi pemicu terbongkarnya sindikat pupuk bersubsidi palsu.

Ngatijan awalnya curiga dengan pupuk bersubsidi jenis phonska yang dibelinya.

Produk tersebut berbeda dengan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Detik-detik Ibu Hamil Tertabrak Mobil Disaksikan Suami, Istri dan Bayi Penantian 7 Tahun Meninggal

Wabah Virus Corona Merebak, Miliarder China Tambah Banyak

Sudah 10 Tahun Makan Sabun, Kakak Beradik Bilang Rasanya Mirip Susu, Tubuh Mereka Tumbuh Tak Lazim

Besok Masuk Bulan Rajab 2020, Ini Niat Puasa Rajab, Berapa Hari Dilaksanakan, dan Keutamaannya

"Kalau kena tangan, warna pupuknya itu menempel di tangan dan sulit dihilangkan.

Padahal pupuk yang asli, dicuci pake air saja sudah langsung bersih," katanya saat konferensi pers di Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (27/2/2020).

Selain itu, ciri-ciri lain yang membedakan, jika pupuk palsu tersebut dicampur dengan urea, maka akan cepat padat.

"Padahal kalau pupuk yang asli, tercampur seharian itu masih bisa ditabur, kalau yang palsu cepat padat dan tidak bisa ditabur," jelasnya.

Dia tidak mengetahui pupuk yang dia beli adalah palsu.

Pasalnya saat itu pupuk bersubsidi semakin langka dan dia terpaksa membeli dari pihak lain.

"Saya beli 18 karung, dengan harga Rp 120.000 per karungnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved