Berita Artis
Dituduh Membunuh Zefania, Arya Satria Claproth: Saya yang Tahu Kebenarannya
Arya Satria Claproth geram dituding membunuh anaknya, Zefania Arya Satria. Ia mengaku memilik keberannya.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Arya Satria Claproth geram dituding membunuh anaknya, Zefania Arya Satria.
Kasus kematian anak semata wayang Karen Pooroe dan Arya Satria Claproth, Zefania (Zevy) yang diduga jatuh dari balkon apartemen Jumat (7/2/2020) hingga kini masih bergulir.
Arya Satria Claproth yang selama ini bungkam akhirnya buka suara tentang meninggalnya anak semata wayang.
• Cerita Jemaah Asal Indonesia Berhasil Umroh, Tapi Tak Ada Jaminan Boleh ke Madinah
• Cerita Wahono Suami Saksikan Ibu Hamil Tertabrak Mobil: Istri Sudah Ikhlas Kehilangan Bayi Kami
• Seorang Remaja Perempuan Diduga Bunuh Diri di Sebuah Hotel di Kota Semarang
• Pembunuh Driver Grab Kudus Ditangkap di Yogyakarta, Honda Jazz Milik Korban Juga Ditemukan
Dirinya tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kronologi kematian Zefania.
"Saya menyaksikan tempat tanah dimana Zevy putus dari yang bernyawa menjadi yang tidak bernyawa, saya berada di situ" ujar Arya menahan tangis.
Arya mengatakan kematian sang putri menjadikan dirinya disudutkan oleh beberapa pihak.
Lantaran dia yang bersama sang anak pada saat kejadian.
"Jadi saya katakan kepada anak saya ini waktumu, kepergian-kepergian dia itu menyulitkan posisi saya, sangat menyulitkan posisi saya."
Tak hanya itu, Arya juga sempat yakin jika tragedi tersebut tak terjadi dirinya akan mendapatkan hak asuh Zevy.
"Karena saya tahu kalau ini tidak terjadi, saya yakin saya akan menang hak asuh ini," ujarnya.
Arya Satria Claproth membantah segala tidungan kejanggalan kematian Zefania.
"Ini tidak sama sekali berhubungan dengan yang dikatakan janggal dan lain sebagainya.
Dikatakan bahwa Zevy itu tidak jatuh, saya yang mengangkat dia, saya yang mengangkat tubuh anak saya yang meninggal, saya memberikan respect di lokasi kejadian" ujar Arya sembari menangis.
Arya Satria Claproth merasa terpukul saat dirinya dituduh sebagai pembunuh.
"Yang menurut saya nggak adil ketika di masa seperti ini yang megang kebenarannya adalah saya.
Yang berada terakhir kali sama Zevy itu saya, bukan mereka," ujarnya.
Arya Satria Claproth juga membantah dirinya pernah mengidap gangguan jiwa.
"Alasannya adalah 'oh dulu dia kan masuk rumah sakit jiwa empat tahun, itu tidak benar," ujarnya.
Arya Satria Claproth bahkan berani untuk diperiksa data dirinya di rumah sakit jiwa.
"Saya buka tantangan, kepolisian, kejaksaan silahkan pergi ke rumah sakit jiwa tersebut.
Dan saya jamin kepolisian dan kejaksaan tidak akan menemukan file saya empat tahun nggak akan nemuin,"tegas Arya Claproth.
Bahkan Arya Satria Claproth berani untuk ditest dengan alat pendekti kebohongan.
Arya Satria Claproth marah lanataran tudingan-tudingan yang dituduhkan kepada dirinya sudah merusak namanya.
"Sekarang kita tanding kita pakai lie detector. daftarkan nama-nama anda yang bilang semua janggal itu sini, maju loe semua, kita tanya," tegasnya.
"Kalau jawaban saya benar bukan pembunuh apa ganjarannya buat kalian, apa?
Kalian sudah jelek-jelekin nama saya," kata Arya Claproth.
Namun jika dugaan Arya Satria Claproth sebagai
tersebut benar, ia berani menghadapi hukuman mati.
"Tapi kalau jawabannya saya salah kalau bohong, seketika boleh hukum mati saya.Karena ini urusan nyawa, saya berani taruhan nyawa di sini," ujarnya.
Arya mengatakan tuduhan yang ditujukan padanya hanya berdasarkan asumsi padahal dia tahu akan keberanan yang terjadi.
"Kalian berdiri di atas asumsi, saya berdiri di atas kebenaran dan pengalaman," pungkasnya.
Karen Pooroe mempertanyakan sikap suaminya, Arya Satria Claproth, yang belum menjelaskan kepadanya tentang kematian anak mereka, Zefania Carina (6).
Meninggal pada 7 Februari lalu, Zefania diduga jatuh dari apartemen kediaman Arya di bilangan Jakarta Selatan.
Karen heran pada Arya dan keluarganya yang seperti menganggapnya bukan siapa-siapa Zefania.
Saya ini ibunya.
Saya mengandung, saya yang melahirkan, dan anak saya dikembalikan kepada saya dengan keadaan tidak bernyawa," kata Karen didampingi tim kuasa hukum saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).
Menurut Karen, sampai hari ini tidak ada penjelasan dari Arya.
Mantan kontestan Indonesian Idol itu mengaku telah berfirasat buruk dan tidak bisa tidur tiga hari.
"Saya Facebook Messenger ibu tirinya (Arya), saya juga WhatsApp Arya menanyakan anak saya.
Saya mau ketemu dia (Zefania), saya mau bicara sama dia even melalui telepon atau video call.
Saya sudah terlalu rindu," cerita Karen.
"Ternyata pada saat itu kan anak saya udah.... Kenapa mereka enggak berani buka suara?
Telepon kek," ujar Karen melanjutkan.
Karen pun menganggap, Arya yang tidak memiliki itikad baik sebagai seorang pengecut.
"Berarti itu namanya pengecut," tutur Karen.
Pada Rabu (19/2/2020), makam Zefania Carina di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan, dibongkar oleh pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Pembongkaran itu untuk keperluan otopsi jenazah Zefania.
Awalnya, Karen tak rela anaknya diotopsi. Namun, setelah berembuk dengan keluarga, ia merasa otopsi perlu dilakukan agar tak ada lagi tanda tanya yang tersisa. (*)
• Video Inspirasi Usaha, Wargito Sukses Bikin Miniatur Bus
• Polisi Pekalongan Amankan Pria Curi Susu, Tak Percaya Alasannya Saat Dicek di Rumahnya Bikin Haru
• Demi Antarkan Betrand Peto Sekolah, Ruben Onsu Naik Motor Terjang Hujan Hingga Basah Kuyup
• Ruben Onsu Kesal Betrand Peto Malas saat Dibangunin Berangkat Sekolah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dituduh-membunuh-zefania-arya-satria-claproth-saya-yang-tahu-kebenarannya.jpg)