Berita Kesehatan
Jampersal di Kendal Belum Optimal, Tahun Lalu Mentok Cuma 66 Persen
Anggaran program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Kabupaten Kendal dinilai belum terserap maksimal.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) Dinkes Kabupaten Kendal, Endang Jumini menambahkan, langkah mengoptimalkan program Jampersal dilakukan.
Pihaknya bersama petugas masing-masing puskesmas dan bidan desa melakukan koordinasi berkeliling mendata warga setempat yang sedang hamil.
Melalui bidan desa, pihaknya mendata jumlah ibu hamil serta memantau perkembangan kesehatan ibu maupun janin yang dikandungnya.
Selain menyarankan dan memutuskan persalinan terbaik nantinya, bidan desa maupun petugas puskesmas akan mendampingi ibu hamil hingga persalinan selesai.
Selain itu, kata Dina, petugas juga menyarankan ibu hamil untuk singgah di ruang tunggu persalinan yang disediakan puskesmas.
Hal itu bertujuan agar pemantauan kesehatan ibu dan janin lebih mudah dan mengurangi risiko yang bisa datang kapanpun.
"Kami sudah keliling data ibu hamil, selain itu kita sudah cek RTP yang ada terkait kelayakan dan fasilitas."
"Saat ini ada 11 RTP dari 30 puskesmas yang ada, kita harap bisa dimanfaatkan dengan baik."
"Waktu yang difasilitasi paling tidak 3 hari, 2 hari sebelum waktu lahiran dan 1 hari setelah lahiran."
"Banyak fasilitas yang tercover sesui prosedur yang ada semua sesuai program pemerintah untuk menekan angka kematian ibu dan anak," ujarnya. (Saiful Ma'sum)
• Tiago Akui Solidnya Lini Tengah PSIS Semarang, Babak Pertama Bikin Frustasi Pemain Persipura
• Tinggalkan Rumah, Madio Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga Banyumanik Semarang Ini Ludes Terbakar
• Tanah Menyerupai Bubur Sudah Meluas, Warga Desa Jolosekti Diminta Waspada, BPBD Batang Pasang EWS