Erupsi Gunung Merapi
Abu Vulkanik Erupsi Gunung Merapi Guyur Desa Ponggok Klaten, BPBD Mulai Bagikan Masker
Abu vulkanik erupsi Gunung Merapi pagi ini, Selasa (3/3/2020), hingga ke berbagai daerah di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, hujan abu
TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Abu vulkanik erupsi Gunung Merapi pagi ini, Selasa (3/3/2020), tersebar hingga ke berbagai daerah di sekitar lereng gunung, termasuk di Klaten Jawa Tengah.
Dampaknya, hujan abu terjadi di Klaten. Kondisi di Dukuh Kiringan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, masih diselimuti hujan abu.
Menurut pengakuan seorang warga Dukuh Kiringan, Subagya Pramana (42), mengaku di tempatnya sudah turun hujan abu pada Selasa (3/3/2020), pukul 07.00 WIB.
• Penampakan Terkini Puncak Gunung Merapi dari BPPTKG Seusai Meletus hingga Tinggi 6.000 Meter
• Cara Membuat Hand Sanitizer Sederhana, dan Penelitian Ahli Orang Berisiko Meninggal karena Corona
• Gelapkan Mobil Rental Mobilio Warna Putih, Warga Semarang Ini Terancam Empat Tahun Penjara
• Main Ke Kos Pacar, Gadis 16 Tahun Digilir Tiga Pemuda di Semarang, Satu Pelaku Masih Buron
"Pukul 7 pagi, di sini sudah turun hujan abu," aku Subagya.
Subagya mengatakan ia melihat jelas abu vulkanik Gunung Merapi yang mengguyur Desa Ponggok.
"Tadi pagi, terlihat jelas abu Gunung Merapi mengguyur desa kami," lanjut Subagya.
Hingga saat ini, kondisi terkini di Desa Ponggok masih diguyur hujan abu tipis.
Sementara itu Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten, Nurcahyo, mengatakan wilayah Klaten yang terdampak hujan abu vulkanik terjadi di beberapa wilayah.
Di antaranya di Kecamatan Tulung, perbatasan Polanharjo dengan Kabupaten Boyolali dan perbatasan Delanggu dengan Kabupaten Boyolali.
"Kami melaporkan sementara wilayah yang terdampak abu vulkanik terjadi di Kecamatan Tulung, Kecamatan Polanharjo, dan Kecamatan Delanggu,"
Nur mengaku saat ini, pihaknya sedang mendistribusikan sekitar 2.000 masker untuk dibagikan ke masyarakat Klaten yang terdampak hujan abu vulkanik.
"Saat ini, kami sudah menurunkan bantuan sekitar 2.000 masker yang akan dibagikan kepada warga Klaten agar aman dari hujan abu vulkanik," ungkapnya.
Sebelumnya, erupsi Gunung Merapi terjadi pukul 05.22 WIB, Selasa (3/3/2020).
Tercatat di seismogram erupsi Merapi dengan ampl 75 mm dan durasi 450 detik.
Tinggi erupsi terlihat sekitar 6.000 meter dari puncak dan awan panas berguguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksmimal 2 kilometer.
Arah angin saat terjadi erupsi ke arah utara Gunung Merapi.
Stastus Gunung Merapi masih waspada sejak 21 Mei 2018. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Klaten Diselimuti Hujan Abu Erupsi Gunung Merapi, Tiga Kecamatan Kena Dampaknya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/abu-vulkanik-erupsi-gunung-merapi-mengguyur-di-nepen-teras-boyolali-selasa-332020.jpg)