Berita Kudus

Beredar ‎Video Detik-detik Menegangkan Penangkapan Pembunuh Sopir Grab Kudus, Ini Jawaban Kapolres

Video hoaks penangkapan pelaku pembunuhan di sebuah SPBU menyebar luas di media sosial.

Penulis: raka f pujangga | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Video hoaks penangkapan pelaku pembunuhan di sebuah SPBU menyebar luas di media sosial.

Sebuah mobil berwarna putih, menabrak dengan sengaja tiga orang pelaku yang tengah berhenti‎ di atas sepeda motor.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, ‎pengendara motor berlari berhamburan dan ditangkap satu per satu.

2 Bule Rusia Kehabisan Uang Saku, Kapolsek Genuk Belikan Mie Rebus dan Sediakan Tempat Tidur

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kecelakaan di Semarang Bus Vs Motor, Ika Warga Boyolali Meninggal

BCL Ngaku Bisa Tertawa Gara-gara Anang, Ari Lasso: Bawa Pulang Aja

Main Hakim Sendiri, Kakak Beradik Asal Mrebet Purbalingga Patahkan 2 Tulang Rusuk Polisi

Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, mengaku telah menangkap tiga orang pelaku pembunuhan sopir taksi online.

Kendati demikian, video yang beredar bukanlah kasus sama ‎yang ditangani tim gabungan dari Polda Jateng, Polres Jepara, dan Polres Kudus.

"Video itu hoaks, bukan seperti itu penangkapannya," jelas dia, saat dihubungi Selasa (3/3/2020).

Dia mengatakan, akan menjelaskan secara rinci kronologis penangkapan pelaku tersebut pada hari Rabu (4/3/2020) besok.

Tiga orang pelaku dan barang bukti mobil Honda Jazz juga sudah ditemukan pihak kepolisian.

"Besok saja ya nanti datanya saya berikan," jelas dia.

Diketahui sebelumnya, sopir ojek online bernama Tri Ardianto (41), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran sungai, Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, sekitar pukul 06.10, Kamis (6/2/2020).

Jasad yang ditemukan dalam kondisi leher terjerat tali rafia itu merupakan warga Gondangmanis, RT 4 RW 2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus‎.

Ppenemuan mayat tersebut pertama kali ditemukan Masrukan (60), warga Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, yang melihat benda menyerupai tubuh manusia.

Setelah itu, jenazah dievakuasi bersama tim dokter dan ditemukan bekas jeratan tali rafia di leher, kaki diikat dengan pemberat batu bata serta luka-luka di tubuhnya.

‎Jasad korban kemudian diperiksa dr Figi Bayu Joko Saputro, dari Puskesmas Welahan II Jepara dan terdapat tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved