Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Erupsi Gunung Merapi

Penampakan Terkini Puncak Gunung Merapi dari BPPTKG Seusai Meletus hingga Tinggi 6.000 Meter

Erupsi Gunung Merapi pagi ini, terjadi pada pukul 05.22 WIB. Ketinggial kolom erupsi sekitar 6.000 meter dari puncak dan awan panas jarak maksimal 2 K

Tayang:
Editor: m nur huda
CCTV BPPTKG
Kondisi puncak Gunung Merapi seusai erupsi pagi ini, Selasa (3/3/3/2020), yang diambil dari kamera CCTV BPPTKG Yogyakarta 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Erupsi Gunung Merapi pagi ini, Selasa (3/3/2020) terjadi pada pukul 05.22 WIB.

Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, pada pukul 05.22 WIB, Gunung Merapi mengalami erupsi dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik.

Teramati tinggi kolom erupsi sekitar 6.000 meter dari puncak dan awan panas guguran ke arah hulu sungai Gendol dengan jarak maksimal 2 Kilometer.

Sedangkan arah angin saat erupsi ke Utara.

Dilansir dari Tribunjogja.com, sejak Gunung Merapi mengalami erupsi freatik pada Jumat, 11 Mei 2018, dengan tinggi kolom 5.500 meter, erupsi pada pagi ini memiliki tinggi kolom tertinggi kedua.

Kolom tertinggi pernah tercatat pada erupsi tanggal 1 Juni 2018 mencapai 7000 meter.

Kondisi puncak Gunung Merapi seusai erupsi pagi ini, Selasa (3/3/3/2020), yang diambil dari kamera CCTV BPPTKG Yogyakarta
Kondisi puncak Gunung Merapi seusai erupsi pagi ini, Selasa (3/3/3/2020), yang diambil dari kamera CCTV BPPTKG Yogyakarta (CCTV BPPTKG)
Pemantauan puncak Gunung Merapi dari CCTV BPPTKG Yogyakarta pagi ini, Selasa (3/3/2020).
Pemantauan puncak Gunung Merapi dari CCTV BPPTKG Yogyakarta pagi ini, Selasa (3/3/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan)

Sementara tinggi kolom belasan erupsi lainnya hanya berkisar antara 70 meter hingga 4000 meter.

Pagi ini dari pantauan CCTV di BPPTKG Yogyakarta menunjukkan visual di kawasan puncak sesekali masih tertutup awan.

Sementara asap putih sulfar masih mengepul dari kawah Merapi.

Terlihat pada papan seismograf, grafik saat erupsi menunjukkan bentangan mencolok dengan intensitas rapat.

Hingga berita ini ditulis, Tribunjogja.com masih berusaha mencari keterangan resmi dari pihak BPPTKG Yogyakarta.

Untuk diketahui, Gunung Merapi masih berstatus Waspada hingga hari ini sejak ditetapkan pada tanggal 21 Mei 2018. 

Gunung Merapi erupsi pada pukul 05.22 WIB, mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Musuk, Boyolali terdampak hujan abu.

"Kalau yang terdampak malah daerah Musuk. Kalau Selo malah aman," ujar Kepala Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, kepada Tribun Jateng.

Bambang mengatakan, akibat erupsi ini sedikitnya ada lima desa yang mengalami hujan abu. Lima tersebut yakni Desa Cluntang, Ringin Larik, Sruni, Karang Kendal, dan Kembangsari.

"Hujan abu kecil, tipis. Ini kami droping masker 5 ribu dulu," tandasnya.

Sementara, Abdul Hanif, di  Tempurejo, Kemiri, Boyolali saat ini cuaca masih gelap.

"Iya ini masih gelap. Hujan abu. Aktivitas warga yg mau cari rumput nunggu terang" kata Abdul Hanif kepada Tribunjateng melalui sambungan telepon.

Diketahui, dari akun resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BBTKG) disebutkan, erupsi yang terjadi di Gunung Merapi ini tercatat seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik.

Saat erupsi arah angin ke utara. Sementara tinggi kolom erupsi kurang lebih 6 ribu meter dati puncak dan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. (*Tribun Jogja)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Ini Dia Penampakan Puncak Gunung Merapi dari CCTV BPPTKG Yogyakarta

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved