Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video 2 Bulan Air Merendam Kampung di Sayung Demak

Puluhan rumah warga di Dukuh Ngepreh, Desa Sayung, Kecamatan Sayung Demak terendam air sekira sudah dua bulan terakhir.

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Berikut ini video 2 bulan air merendam kampung di Sayung Demak

Puluhan rumah warga di Dukuh Ngepreh, Desa Sayung, Kecamatan Sayung Demak terendam air sekira sudah dua bulan terakhir.

Satu warga Dukuh Ngepreh Desa Sayung RT 2 RW 6, Istikomah (65) mengaku kesulitan untuk memasak, akibatnya untuk makan pun dia mengandalkan kedua anaknya yang sudah bekerja.

"Kesulitan untuk memasak, makan saja mengandalkan anak," jelas Istikomah yang tinggal bersama suami dan dua anaknya yang lain.

Dirinya menjelaskan, untuk kebutuhan mandi dan memasak mengandalkan sumur yang berada di dekat rumahnya.

"Saya masih punya tanggungan anak dua, dua lainnya sudah bekerja," jelasnya.

Sementara satu warga lain, Maftuhan (32) mengatakan, air bisa mencapai ketinggian 50 centimeter saat terjadi hujan deras.

Akibatnya dirinya harus memarkir sepeda motornya di pintu gang yang berjarak 200 meter dari rumahnya.

Dia menjelaskan, air masuk dan menggenang di wilayah dukuhnya tersebut sekira 2 bulan.

"Sepeda motor harus diparkir di gang saat pulang kerja, karena air masuk ke dalam rumah hingga 50 centimeter," jelasnya.

Sementara Kades Sayung, Munawir mengatakan, Dukuh Ngepreh Desa Sayung setidaknya ada 30 unit rumah dan jalan perkampungan yang terendam air sekira dua bulan terakhir.

Ia menyebut, masuknya air tersebut ke jalan perkampungan dan rumah warga akibat beberapa faktor.

Di antaranya air pasang laut, tingginya curah hujan, dan debit air yang tinggi di Sungai Dombo Sayung akibat kiriman dari Ungaran melalui bendungan Pucang Gading.

"Desa Sayung setiap tahunnya menjadi langganan banjir."

"Karena berada di hilir dan bentuk geografis desa yang cekung, sehingga saat terjadi banjir akan sulit surut," jelasnya.

"Bisa dilihat sendiri, halaman rumah Ibu Istikomah sudah berlumut, menandakan sudah berlangsung lama," jelasnya di lokasi banjir.

Pihaknya pun berharap, agar normalisasi Sungai Dombo Sayung segera dituntaskan hingga hilir, yaitu Desa Morosari, yang sebelumnya tidak rampung.

Ia menambahkan, pintu air Sipon di beberapa anak sungai menjadi satu faktor tersendiri, yang pemeliharaannya terbengkalai sejak sepuluh tahun terkahir.

"Yaitu Sipon Kali Menyong, Sipon Kali Gonjol, dan Sipon Tambakroto," jelasnya.

Pihaknya pun menambahkan, sejak lima belas tahun terkahir air pasang sudah masuk ke Desa Sayung yang mengakibatkan sawah tergenang.

Ia menyebut, di Kecamatan Sayung sebanyak ribuan hektar sawah yang terdampak air pasang laut.

"Warga Desa Sayung tidak bisa bertani lantaran airnya berubah jadi payau, dan untuk dijadikan tambak ikan terpengaruh lingkungan."

"Yaitu limbah rumah tangga dan perusahaan yang notabene berada di wilayah industri," jelasnya.

Ia menyebut, pemerintah darurat membangun bendung karet dan kolam retensi di wilayah Sungai Dombo Sayung untuk menyelamatkan desa-desa yang dilewati Sungai Dombo Sayung.

"Pemerintah harus sengkuyung bersama-sama untuk membangun bendungan karet dan kolam retensi, agar nawacita bangsa kita yaitu menyejahterakan masyarakat dapat terpenuhi," jelasnya. (ivo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved