Breaking News:

Korupsi Dana Nasabah Bank Salatiga

Rugikan Nasabah Rp 24,7 Miliar, Keluarga Habib Saleh Minta Kejari Salatiga Seret para Pemakai Dana

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga diminta turut memproses semua pihak yang diduga memakai dana nasabah PD BPR Bank Salatiga untuk kepentingan

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Edwin Laksana menunjukan salinan putusan Pengadilan Tipikor Semarang atas dugaan pidana korupsi di PD BPR Bank Salatiga, Selasa (3/3/2020). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga diminta turut memproses semua pihak yang diduga memakai dana nasabah PD BPR Bank Salatiga untuk kepentingan pribadi.

Permintaan tersebut disampaikan keluarga terpidana kasus dugaan tindak pidana korupsi PD BPR Bank Salatiga M Habib Saleh.

Anak M Habib Saleh, Edwin Laksmana mengatakan dalam persidangan diperoleh bukti sejumlah mantan pegawai Bank Salatiga telah menggunakan dana nasabah tetapi hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi.

Perampok Bawa Kabur Mobil di Parkiran, Ternyata di Dalam Masih Ada Orang, Ini yang Akhirnya Terjadi

Pesta Pernikahan Ana Riana Rinjani, Tukang Ojek Pengkolan Mas Pur Nyanyi Lagu Pamer Bojo Didi Kempot

Baim Wong Omelin Paula Verhoeven di Bandara: Emosi Gue, Kesel Banget

Pada Pengecer Masker, Ganjar Pranowo: Akan Lebih Baik Anda Kasih Diskon

"Sesuai putusan Pengadilan Tipikor Semarang No: 6/pid.sus-TPK/2019 tertanggal 28 Mei 2019 pada halaman 669 disebutkan bahwa dana nasabah yang disimpan di PD BPR Bank Salatiga digunakan oleh sejumlah mantan pegawai bank tersebut.

Sedangkan mantan Direktur M Habib Shaleh tidak terbukti menerima aliran dana yang diduga dikorupsi itu," terangnya saat jumpa pers di Rumah Makan Kemuning Salatiga, Selasa (3/2/2020).

Menurut Edwin, mantan pegawai PD BPR Bank Salatiga yang diduga menggunakan uang nasabah dan masih berstatus sebagai saksi diantaranya Sunarti, Dwi Widyanto, Bambang Sanyoto, Maskasno, Siti Nurkhasanah, Puji Astuti dan Triandari Retnoadi.

Sedangkan Retnaningtyas Herlina sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dikatakannya, dalam persidangan Retnaningtyas terbukti memalsukan bilyet deposito dan mencetak transaksi buku tabungan tanpa register kantor dengan nilai kurang dari Rp 500 juta.

Sementara nama Jatmiko bahkan tidak muncul sama sekali.

"Tetapi dalam pemberitaan di media massa soal persidangan kasus itu, keduanya disangka terlibat dalam perkara PD BPR Bank Salatiga dengan nilai Rp 2 miliar," katanya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved