Bangunan di Kawasan Green Belt Kemukus Sragen Sudah Dirobohkan

Bangunan yang berada di green belt kawasan Gunung Kemukus sudah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Warga sedang menurunkan genteng rumah bangunan yang berada di kawasan green belt BBWS, Kamis (5/3/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bangunan yang berada di green belt kawasan Gunung Kemukus sudah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya.

Pantauan di lokasi masih ada beberapa warga yang sedang melakukan pembongkaran.

Mereka tampak menurunkan genteng dan beberapa menata kayu bekas bangunan.

Salah satu warga yang terkena dampak, Sugiyanto yang sekaligus Ketua RT 35 Dukuh Kedunguter menyampaikan hari ini merupakan hari terakhir pembongkaran secara mandiri.

"Kalo disini yang terkena dampak tiga RT, 33, 35, dan RT 02. Pembongkaran mandiri ini sudah sejak tanggal 1 kemarin dan terakhir memang hari ini," kata Sugiyanto, Kamis (5/3/2020).

Sementara di RT 35 terdapat 12 kios yang juga beberapa diantaranya digunakan sekaligus sebagai tempat tinggal.

Sugiyanto juga mengatakan telah mendapatkan uang bongkar bangunan sebesar Rp 1 juta per bangunan.

"Kalau bongkar sendiri dapat Rp 1 juta setelah genteng diturunkan datang ke Balai Desa Pendem langsung dikasih," katanya.

Terkait pembongkaran dan revitalisasi kawasan Gunung Kemukus, dirinya mengaku senang dan tidak terlalu mempermasalahkan langkah yang diambil pemerintah tersebut.

Ia juga mengaku sadar bahwa bangunan yang ia dirikan merupakan kawasan green belt milik BBWS.

"Senang tidak masalah, selama untuk kebaikan dari pemerintah kami mendukung, kami juga sadar telah membangun bangunan di kawasan green belt," lanjut dia.

Hal yang sama juga disampaikan, Mulyadi (80). Ia telah mendirikan bangunan sekaligus rumah tersebut selama kurang lebih 10 tahun lalu.

Di kiosnya, ia menjual beragam kebutuhan pokok, seperti sembako, rokok, beras dan lain-lain. Diusianya yang sudah senja ia membongkar kiosnya sendiri dibantu warga lain.

Kiosnya hanya tersisa tembok dan atap rumah yang terbuat dari bata dan besi. "Biar dirubuhkan dari pemerintah saja, pake alat berat yang penting sudah mencoba menyelamatkan sebisanya," katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Sragen Heru Martono menyampaikan info terakhir yang didapatkannya sudah ada 17 bangunan yang sudah dibongkar secara mandiri.

"Tapi saya yakin semua sudah dibongkar mandiri karena biaya bongkar Rp 1 juta sudah turun," katanya.

Terkait pembongkaran yang akan dilakukan pihaknya ia masih menunggu kepastian dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sragen kapan pembangunan "the new Kemukus" akan dimulai.

"Bila masih ada yang belum dibongkar, nanti kami berikan surat peringatan, kapan surat itu diberikan menunggu koordinasi dari Dispora," lanjutnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved