Berita Regional

Kartono Ayah APA Bocah Dibunuh Siswi SMP Mayat Disimpan di Lemari : Saya Ingin Polisi Bergerak Cepat

Ayah korban, Kartono mengaku masih trauma jika melihat rumah pelaku yang jadi TKP pembunuhan anaknya.

Editor: galih permadi
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik remaja 15 tahun yang bunuh bocoh 6 tajun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM -Kartono Ayah APA Bocah Dibunuh Siswi SMP Mayat Disimpan di Lemari : Saya Ingin Polisi Bergerak Cepat.

Orangtua bocah 6 tahun (APA) yang jadi korban pembunuhan siswi SMP di Sawah Besar, Jakarta mengungkap keseharian pelaku di rumahnya.

Sebelum akhirnya dihabisi oleh pelaku berinisial NF (15), korban ternyata sering diajak oleh pelaku untuk menonton film horor.

Gagal Rampok Mobil, Begal Jerat Leher Driver Grab Boyolali Pakai Kabel USB dan Tusuk Perut Sisi Kiri

Kisah Misi Super Rahasia Soeharto di Israel, Semua Identitas Prajurit Dibuang ke Laut Singapura

PDI Perjuangan Telah Tetapkan Nama Calon Wali Kota Solo 2020, Bambang Pacul: Wis Ono List

Hari Ini, Toko Kelontong Senilai Rp 6 Miliar di Depan Mal Paragon Solo Dieksekusi PN Solo

Hal itu disampaikan oleh ibu APA, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Kompas TV, Senin (9/3/2020).

Ayah korban, Kartono mengaku masih trauma jika melihat rumah pelaku yang jadi TKP pembunuhan anaknya.

Polisi saat ini tengah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap NF selama 14 hari ke depan, di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Pada Senin (9/3/2020) Kartono dan istrinya pun mendatangi Polres Jakarta Pusat untuk menanyakan perkembangan kasus yang menimpa anaknya.

"Saya ke polres mau minta keterangan penyidikan pelaku dan sampai sekarang belum ada jawaban.

Yang saya dapatkan itu polisi meminta saya untuk menunggu, makanya belum dapat informasi penyidikan ini," kata Kartono didampingi istrinya.

Bahkan, ia mengaku kalau pihak keluarga sampai hari ini belum mendapatkan hasil visum soal kematian APA.

"Saya ingin polisi buru-buru bergerak cepat, supaya saya mendapat hasil penyidikan, supaya saya tahu," kata dia.

Selain itu, Kartono dan istrinya juga selaku orangtua korban belum dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Menurut Kartono, sang anak, APA, memang sering main di rumah korban.

Sehingga ia pun tak menaruh rasa curiga sama sekali terhadap NF.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved