Berita Banyumas

Kuliah Naik Sepeda Kayuh, Anak Buruh Tani Ini jadi Calon Dokter Lulus Cumlaude IPK Nyaris Sempurna

Satu kata yang terlintas ketika bertemu dengannya adalah sederhana. Terbiasa mengayuh sepeda hitam ketika berangkat dan pulang kuliah

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Marhamdani S.Ked (22) lulusan terbaik, dalam wisuda ke-136 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, pada Selasa (10/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Satu kata yang terlintas ketika bertemu dengannya adalah sederhana.

Terbiasa mengayuh sepeda hitam ketika berangkat dan pulang kuliah membuat pemuda berkaca mata itu terlihat bersahaja.

Siapa sangka, dia hanyalah anak seorang buruh tani asal Boyolali menyandang predikat sebagai lulusan terbaik, dalam wisuda ke-136 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Gagal Rampok Mobil, Begal Jerat Leher Driver Grab Boyolali Pakai Kabel USB dan Tusuk Perut Sisi Kiri

PDI Perjuangan Telah Tetapkan Nama Calon Wali Kota Solo 2020, Bambang Pacul: Wis Ono List

Hari Ini, Toko Kelontong Senilai Rp 6 Miliar di Depan Mal Paragon Solo Dieksekusi PN Solo

Kisah Mirip Romeo Juliet, Pasangan Suami Istri Ini Nekat Bunuh Diri Bersama di Rumahnya

Dia adalah Marhamdani S.Ked (22) atau teman-temannya kerap memanggilnya dengan Dani.

Calon Dokter berpredikat Cumlaude dengan IPK nyaris sempurna 3,92 tersebut telah membuat bangga keluarga dan orang-orang terkasihnya.

Di balik perawakannya yang sederhana, tersimpan impian besar dan cita-cita yang mulia. 

Lahir dari pasangan buruh tani, Sumadi dan Almarhumah Ismiranti, Marhamdani berjuang untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya dengan menempuh jenjang perkuliahan.

Terbesit dalam benaknya bahwa dia sempat tidak berani mengambil Fakultas Kedokteran sebagai pilihan studinya.

"Dulu awalnya saya mengambil jurusan teknik karena saya tidak berani memilih kedokteran.

Saya khawatir mengambil kedokteran akan tetap membutuhkan biaya yang besar," ujarnya kepada TribunBanyumas.com, Selasa (10/3/2020).

Pihak guru dan sekolahnya yang menguatkan  Marhamdani yang akhirnya memberanikan diri memilih Fakultas Kedokteran, Unsoed.

Memperoleh Bidik Misi di Fakultas Kedokteran adalah sebuah anugerah baginya.

Sebab, banyak orang berpandangan jika berkuliah di Fakultas Kedokteran membutuhkan biaya yang banyak dan mahal.

Kunci kesuksesan dalam menempuh pendidikan S1 baginya adalah dengan menjalaninya dengan penuh kesungguhan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved