Berita Video

Video Gerakan Menanam Pohon Sak Wong Selawe Wit di Pekalongan

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meminta, gerakan menanam dan memelihara pohon ini jangan hanya sebagai seremonial saja

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - gerakan menanam pohon sak wong selawe wit di Pekalongan

 Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meminta, gerakan menanam dan memelihara pohon ini jangan hanya sebagai seremonial saja, tetapi hendaknya menjadi kegiatan yang terus menerus dan berlanjut dilakukan.

Hak tersebut diungkapkan, usai menghadiri kegiatan pencanangan gerakan menanam pohon 'Sak Wong Selawe Wit' di Desa Paninggaran, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jum'at (13/3/2020).

Bupati Asip mengatakan penanaman pohon ini, dalam rangka merealisasikan 12 mandat rakyat dan kegiatan ini juga dianggap sebagai hal yang penting untuk dilakukan bagi masyarakat yang tinggal di daerah atas.

"Kegiatan ini sudah tahun ke empat dan sekarang kita menanam lagi, tapi untuk tahun ini kita menanam 25 pohon setiap orang," kata Bupati Asip kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya, penanaman pohon ini dapat dijadikan solusi untuk pencegahan banjir yang biasa terjadi di daerah hilir.

Selain itu juga sebagai solusi terhadap kritis yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Asip juga menyampaikan, pihaknya sudah memberikan petunjuk kepada kepala desa agar bisa mengalokasikan anggaran dana desa untuk kepentingan penanaman pohon terutama di daerah-daerah atas.

"Karena daerah atas itu, pertama daerah aliran sungai, kemudian kedua catchment area untuk daerah tangkapan air. Lalu, yang ketiga mengenai lahan kritis diluar kawasan Perhutani dan itu menjadi tanggungjawab kita semua."

"Masih ada sekitar 30 ribu hektare lahan kritis di luar kawasan hutan yang akan kita reboisasi dengan gerakan 'Sak Wong Selawe Wit'," ucapnya.

Pihaknya juga mengungkapkan yang paling penting gerakan ini jangan serimonial saja.

Melainkan, sebuah gerakan yang diikuti oleh masyarakat dengan kesadaran hati bahwa menanam adalah keniscayaan yang harus dilakukan sekarang.

"Peristiwa banjir kemarin, memberi pelajaran bagi kita agar memperhatikan daerah aliran sungai terutama di daerah hulu. Kecamatan Paninggaran ini merupakan salah satu hulu dari sungai besar di Kabupaten Pekalongan, sehingga perlu kita jaga."

"Jika semua hulu sungai tanamannya rimbun, saya meyakini air ini akan ketangkap di atas dan tidak mengalir begitu bebas ke bawah," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved