Breaking News:

Berita Karanganyar

Menilik Petilasan Penasihat Spiritual Brawijaya V di Pura Pemacekan Gunung Lawu

Sebuah bangunan dengan ornamen artistik warna hitam dan kuning mengilap dapat ditemui saat berkunjung ke Pura Pemacekan yang terletak di Dusun Pasek

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
khoirul muzaki
seorang pengunjung berada di kompleks Pura Pemacekan 

Di sini biasa digunakan untuk pemeluk Hindu sebagai altar pemujaan atas Sang Hyang Widi Wasa.

Terdapat juga sebuah pendapa kecil, kata Nyoman, untuk pemuka agama Hindu yang tengah memimpin prosesi upacara agama.

Sementara bagian yang paling utama yakni Utama Mandala.

Di bagian ini di antaranya terdapat Meru Tumpang Pitu sebagai lambang leluhur, Padmasana sebagai pemujaan Hyang Widi, dan Bale Pengaruman yang biasa digunakan saat prosesi peodalan atau petirtaan.

"Peodalan ini biasa digelar pada saat purnama sasih ketiga sesuai," ujar Nyoman.

Tepat di samping Utama Mandala inilah terdapat petilasan Kyai I Gusti Ageng Pemacekan dan permaisurinya.

Dua petilasan tersebut berada di dalam sebuah ruangan. Letaknya persis berada di tengah dengan dengan ditutup kain kuning.

Sosok ini memang belum cukup terkenal. Menurut Nyoman, dialah penasihat spiritual Brawijaya V.

Dalam kepercayaan sebagian masyarakat, memang Brawijaya V sebagai sosok penguasa terakhir Majapahit ini dipercaya moksa di Gunung Lawu.

Tidak heran jika kemudian terdapat petilasan yang dipercaya sebagai penasihat di lereng Lawu.

"Beliau memang penasihat Brawijaya V. Beliau memiliki kemahiran ilmu kebatinan.

Sudah tidak lagi memikirkan keduniaan, yang dipikirkan ketentraman jagat," kata Nyoman.

Petilasan tersebut mulanya hanya sebatas gundukan tanah. Baru pada 1992 dilakukan renovasi atau pembangunan kompleks pura berikut petilasannya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved