Breaking News:

Berita Semarang

Basarnas Semarang Gembleng 53 Potensi SAR Bidang Pertolongan di Ketinggian

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Semarang menghelat pelatihan dan uji kompetensi pertolongan di ketinggian

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Tim Basarnas Semarang melatih potensi SAR dengan materi berupa berlatih teknik di ketinggian di antaranya anchoring dan belaying, ascending dan descending serta lowering dan lifting system, di gedung siaga Kantor SAR Semarang yang beralamat di Jalan Gondoriyo Barat, Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (15/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Semarang menghelat pelatihan dan uji kompetensi pertolongan di ketinggian bagi potensi Search and Rescue (SAR) yang ada di Jawa Tengah.

"Pelatihan ini membidik peserta agar memiliki bekal untuk meningkatkan kompetensi bagi potensi SAR khususnya di bidang pertolongan di ketinggian," tegas Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya kepada Tribunjateng, Minggu (15/3/2020).

Pelatihan tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni praktik kering dan praktik basah. Praktik kering dilakukan di Gedung Siaga Kantor SAR Semarang yang beralamat di Jalan Gondoriyo Barat, Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Kemudian praktik basah melalui aplikasi lapangan di wana wisata gua Kiskendo Kendal.

Pelatihan berlangsung dari tanggal 12 hingga 18 Maret 2020, melibatkan 53 peserta dari 34 organisasi/instansi di Jawa Tengah.

Nur Yahya mengungkapkan peserta mendapat bekal potensi berupa mengetahui dan memahami dalam memberikan pertolongan di ketinggian pada korban dengan cepat, tepat dan aman.

Selain itu juga untuk membentuk potensi SAR yang terlatih dan kompeten dalam bidang pertolongan di ketinggian.

Pelatihan pertolongan di ketinggian berupa pertolongan pertama, keamanan bekerja di ketinggian, pengenalan peralatan, simpul tali, berlatih teknik di ketinggian berupa anchoring dan belaying, ascending dan descending serta lowering dan lifting system.

"Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat pelatihan serta sertifikat Kompetensi bagi yang lulus uji kompetensi yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Semarang," ungkapnya.

Sementara Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Basarnas, Abdul Haris Achadi mengungkapkan pelatihan bagi potensi SAR ini merupakan satu di antara kegiatan prioritas nasional.

"Jadi ini merupakan satu kegiatan prioritas nasional yaitu pembentukan sepuluh ribu potensi SAR di seluruh Indonesia," katanya.

Haris menambahkan sesuai dengan Undang-undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, penyelenggaraan pencarian dan pertolongan itu ada tiga hal masing-masing berupa siaga, operasi dan pelibatan potensi SAR.

Potensi SAR menjadi penting, karena Basarnas tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, Basarnas terus mengembangkan potensi SAR.

"Basarnas saat ini memiliki 43 Kantor SAR dan 70 pos SAR di seluruh Indonesia. Total personil kurang lebih 3.500 orang, jumlah tersebut tentu tidak cukup untuk seluruh wilayah Indonesia dengan musibah yang cukup banyak," jelasnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved