Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Ganjar Minta Pondok Pesantren di Jateng Lockdown

Pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan sejumlah ulama menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait pencegahan virus corona atau Covid

Istimewa
Gubernur Ganjar mengundang ulama untuk membahas pencegahan penularan virus corona di bidang keagamaan.ist 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan sejumlah ulama menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait pencegahan virus corona atau Covid-19 di bidang keagamaan, Selasa (17/3/2020).

Di antaranya, meminta masyarakat yang berada di daerah berpotensi tinggi terjangkit Covid-19 tidak perlu untuk melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu.

Selain itu, pondok pesantren disarankan agar sementara waktu melakukan 'lockdown' terlebih dahulu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan pondok pesantren sudah sepakat melakukan pencegahan penyebaran corona.

"Dalam rapat disepakati, santri pondok pesantren dilarang pulang. Orangtua juga tidak menengok ke pondok pesantren terlebih dulu," kata Ganjar.

Pondok pesantren, lanjutnya, memiliki peran ganda untuk tempat isolasi.

Hotline Semarang : Jalan Arteri Tanjung Emas hingga Jalan Berlubang di Abdurahman Saleh

Dokter Spesialis Ini Jelaskan Perbedaan Pneumonia dan Virus Corona

Berikut Ini Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Wilayah Banyumas dan Sekitarnya

Inilah Daftar Lengkap Terbaru 132 Rumah Sakit Rujukan Corona, di Aceh hingga Papua

Namun, Ganjar meminta agar penghuni pondok pesantren untuk melalukan aktivitas bersih-bersih lingkungan.

"Tapi (penghuni pondok) tidak hanya berdiam diri, agar lebih progresif, saya usulkan agar mereka membersihkan semua tempat-tempat agar semua sehat," tandasnya.

Jika diliburkan dan dipulangkan, dikhawatirkan santri justru berpotensi tertular dan menularkan virus.

Bisa saja ketika anak-anak tidak ada kegiatan di rumah bakal memilih pergi ke luar, bertemu teman-temannya, atau pergi ke pusat perbelanjaan dan tempat wisata.

Surat pemberitahuan akan diberikan ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Jateng.

Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji mengimbau agar tidak ada kegiatan ibadah yang menggalang massa.

"Masyarakat bisa beribadah di rumah. Acara pengajian ditunda dulu. Santri pondok pesantren juga tidak diperbolehkan pulang," ucapnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved