Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Indonesia Tinggi, Ini Penjelasan dan Prediksi Dokter Panji

Update virus corona COVID-19 di Indonesia, hingga Kamis (19/3/2020) siang mencatat jumlah total pasien positif virus corona yang meninggal dunia

Editor: galih permadi
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi berita seputar virus corona 

Akan tetapi, perihal kematian, masih banyak faktor yang membuat angka prevalensi kematian akibat virus SARS-COV-2 ini terjadi.

Setidaknya Panji menyebutkan bahwa ada tiga hal yang bisa menjadi faktor kunci untuk menekan prevalensi kematian akibat COVID-19 ini.

Pertama, tergantung apakah kelompok yang punya risiko meninggal lebih tinggi akan banyak yang sakit, misalnya lansia.

"Kalau lansia banyak yang sakit, ya angka kematian bisa tinggi," kata dia.

Kedua, tergantung secepat apa pasien ditangani. Hal ini juga tergantung secepat apa Indonesia bisa mendiagnosis pasien.

Semakin cepat terdiagnosis, maka kemungkinan kematian bisa dihindari semakin tinggi.

Ketiga, tergantung seberapa kewalahan sistem kesehatan Indonesia. Sebagian pasien Covid-19 ini akan membutuhkan fasilitas khusus seperti ventilator dan perawatan di ruang ICU yang jumlahnya sangat terbatas.

Jika pasien dengan kebutuhan ini tidak mendapatkan fasilitas lengkap itu, maka kemungkinan kematian juga tentu meningkat.

Penjelasan pemerintah

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien yang meninggal akibat virus corona ( COVID-19)  tercatat 25 pasien yang meninggal akibat virus tersebut.

"Kita lihat dari kematian yang kemarin di Bali 1, Banten 1, kemudian DKI Jakarta menjadi 17, kemudian Jawa Barat 1, Jawa Tengah 3, Jawa Timur 1, dan kemudian Sumatera Utara 1, maka total kasus kematian adalah 25 orang," kata Yuri dalan konferensi persnya, di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Menurut Yuri, tercatat 309 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Dengan pasien yang meningga sebanyak 25 orang, angkat kematian di Indonesia mencapai sekitar 8 persen.

Namun demikian Yuri menuturkan angka tersebut bersifat dinamis lantaran pasien positif bisa bertambah dan pasien yang meninggal dapat ditekan.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus yang meninggal. Artinya persentase ini adalah angka yang posisi pada hari ini angka yang dinamis dan setiap saat pasti akan berubah," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved