Berita Karanganyar

Warga Colomadu Dapat Bantuan Dari Baznas Karanganyar Untuk Merenovasi Bangunan Tidak Layak Huni

Bantuan tersebut akan digunakan untuk merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 10 juta dan pembuatan jamban sebesar Rp 2 juta

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Kondisi tempat tinggal Suyatmi, warga Colomadu Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM,KARANGANYAR - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan kepada dua warga Colomadu untuk merenovasi tempat tinggalnya yang diterbilang tidak layak huni.

Dua warga Warga Dukuh Duwet RT 2 RW 10 Desa Ngasem Kecamatan Colomadu, tersebut ialah Suyati dan Suyatmi. Dua bersaudara itu tinggal di dua bangunan semi permanen di atas tanah warisan keluarga sekitar 10 tahun lamanya. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, mereka mengalami gangguan mental sudah sejak lama.

Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Colomadu, Dwi Adi Susilo mengatakan, bantuan sejumlah Rp 12 juta dari Baznas Karanganyar telah diberikan kepada perwakilan pihak keluarga dan disaksikan oleh perangkat desa di Kantor Kecamatan Colomadu, Kamis (19/3/2020).

Bantuan tersebut akan digunakan untuk merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 10 juta dan pembuatan jamban sebesar Rp 2 juta.

"Insyaallah besok mulai dibongkar. Karena kondisi saat ini (wabah corona atau covid-19), pembangunannya diserahkan kepada tukang dan tidak melibatkan orang banyak. Rencananya kemarin kan mau dikerjakan gotong royong," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (19/3/2020).

Dijelaskannya, warga akan membantu proses pembongkarannya. Namun untuk proses pembangunannya akan dipasrahkan kepada tukang dan diawasi oleh perangkat desa setempat.

Di samping mengandalkan bantuan dari Baznas untuk proses renovasi RTLH, pihaknya juga masih berupaya untuk mencari tambahan dana untuk proses pembangunan.

"Nanti dibangun satu bangunan, di dalamnya ada dua kamar. Kalau jadi satu, mereka tidak mau," terangnya.

Adi sapaan akrabnya menambahkan, dua warganya tersebut sudah dibuatkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Dengan begitu mereka dapat diajukan ke Dinas Sosial supaya terdapat dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Biar bulanan (uang) dapat dari PKH dan sembako dapat dari BPNT," pungkasnya.(Ais)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved