Breaking News:

Berita Semarang

Cerita Guru SMA di Semarang, Efektifkah Kebijakan Belajar di Rumah?

guru SMAN 11 Semarang menyampaikan, khusus untuk kelas XII sedang menjalani Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Nur Adha Choiriyah, guru SMAN 11 Semarang sedang memberikan tugas kepada siswa melalui platform Google Classroom, Jumat (20/3/2020) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah dinyatakan sebagai wabah pandemic dan pemerintah Indonesia menyatakan covid-19 atau virus corona sebagai bencana darurat nasional, sejumlah kebijakan diterapkan.

Kebijakan itu satu di antaranya mengenai pendidikan, yakni dengan melakukan pembelajaran dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online, secara keseluruhan mulai Senin (16/3/2020) lalu.

Bagaimana, sistem pembelajaran daring itu dilaksanakan? Berikut penuturan beberapa guru di Semarang.

Nur Adha Choiriyah atau akrab dipanggil Ria, guru SMAN 11 Semarang menyampaikan, khusus untuk kelas XII sedang menjalani Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Sedangkan, untuk kelas X dan XI belajar di rumah dan diisi dengan beberapa tugas.

"Untuk pembelajaran online, beberapa guru ada yang pakai Blog, Google Form, dan Google Classroom.

Alhamdulillah lancar. Kalau saya, buatkan video materi di Youtube dan tugas tindak lanjutnya lewat Google Classroom," ungkap Guru Fisika itu kepada Tribun Jateng, jumat (20/3/2020) sore.

Dia menjelaskan, melalui video materi yang diunggah di Youtube dengan tujuan siswanya bisa melihat materi itu kapan pun yang mereka mau.

“Sebenarnya, tugas yang saya berikan adalah penjelasan materi yang ada di video itu. Di video itu juga sudah ada jawabannya.

Jadi, untuk siswa tugasnya tidak begitu susah, yang penting mereka ada kegiatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved