Breaking News:

Wabah Virus Corona

Bisnis Rental Mobil dan Shuttle Terdampak Wabah Virus Corona

Merebaknya kasus virus corona turut mempengaruhi bisnis rental mobil dan shuttle di Kota Semarang.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Merebaknya kasus virus corona turut mempengaruhi bisnis rental mobil dan shuttle di Kota Semarang.

Agung Hascaryo (42), pemilik rental mobil Bigben Jaya mengatakan mengalami penurunan pemesanan untuk penggunaan kendaraan di rental mobil miliknya.

“Di awal bulan Maret volume pemesanan masih stabil dan dan reservasi masih berjalan.

Ratusan Warga Semarang Sudah Manfaatkan Layanan Tilang Online, Tinggal Klik dan Bayar Rp 15 Ribu

Berjemur Banyak Manfaat, Tapi Dokter Tan Sebut Keliru Jika Berjemur Mampu Matikan Virus Corona

Ini Unggahan Pertama BCL Seusai Ashraf Sinclair Meninggal, Tepat di Hari Ulang Tahunnya Hari Ini

Cara Vietnam Tangani Virus Corona Patut Dicontoh, Salah Satunya Sediakan Bilik Disinfeksi

Tepat tanggal 16 Maret ketika pemerintah positif menganjurkan mengurangi aktifitas diluar rumah, barulah berdampak terhadap pemesanan penggunaan kendaraan di rental mobil kami,” tutur Agung, kepada Tribun Jateng, Minggu, (22/3/2020).

Ditambahkannya, dengan adanya kebijakan ini juga membuat para pemesan di rental mobil Bigben Jaya memilih melakukan pembatalan pesanan.

“Sekira 80 persen pelanggan kami memilih untuk membatalkan pesanannya untuk beberapa waktu kedepan, hanya ada beberapa saja yang masih on schedule di rental mobil kami,” imbuhnya.

Pembatalan pemesanan di rental mobil Bigben Jaya di dominasi oleh pemesanan dari pihak perusahaan (corporate) dan perorangan.

Meskipun dengan adanya kebijakan ini membuat bisnis rental mobilnya mengalami penurunan yang signifikan, namun pihaknya menghormati dan memahami serta mendukung kebijakan tersebut, mengingat kebijakan tersebut dibuat untuk kebaikan semua pihak.

Hal senada juga dialami bisnis shuttle Cititrans Semarang.

Tim Leader Cititrans Semarang, Ratri Nur Kholifah (23), mengatakan dengan adanya kebijakan Pemerintah untuk melakukan social distancing tersebut, membuat terjadinya penurunan jumlah penumpang hingga 50 persen di Cititrans.

“Penurunan jumlah penumpang ini sudah mulai terasa sejak 17 Maret lalu,” ucap Ratri.

Sedangkan untuk bisnis shuttle, Ratri belum bisa mengetahui untuk kedepannya apakah terdapat penumpang yang melakukan pemesanan di Cititrans, sebab biasanya pengguna transportasi ini memilih untuk melakukan pemesanan H-1 sebelum keberangkatan atau bahkan pada hari-H keberangkatan.

“Memang dengan adanya kebijakan ini sangat berpengaruh sekali bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan transportasi seperti kami ini,” tambahnya.

Ratri pun berharap agar kedepannya terdapat kebijakan yang lebih baik khususnya bagi bisnis yang bergerak dalam pelayanan transportasi dan bagi masyarakat umum. (Ute)

Pesta Ultah Selebgram Yekaterina Berujung Maut, 3 Orang Tewas di Kolam Renang Berisi Es Kering

Akhirnya Terbongkar, Ini Alasan Utama Rahmat dan Rony Lakukan Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

Nagita Slavina Kaget Lihat Kemesraan Atta Halilintar dan Aurel: Belum Pacaran Kok Nempel?

Apa Benar Wabah Virus Corona Berakhir April 2020? Ini Prediksi Peneliti ITB Bandung

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved