Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video DPRD Nilai Pemkab Semarang Belum Serius Tangani Virus Corona

DPRD Kabupaten Semarang menilai Gugus Tugas Perceparan Penanganan Covid-19 atau virus corona bentukan Pemkab Semarang masih belum serius dalam melakuk

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Berikut ini Video DPRD nilai Pemkab Semarang belum serius tangani virus corona

DPRD Kabupaten Semarang menilai Gugus Tugas Perceparan Penanganan Covid-19 atau virus corona bentukan Pemkab Semarang masih belum serius dalam melakukan penanganan wabah Corona.

Di antaranya tak terbukanya data PDP dan ODP di Kabupaten Semarang, serta minimnya akses tempat cuci tangan di tempat-tempat umum.

"Kami masih melihat gugus tugas ini belum serius.

Data ODP dan PDP saja tak punya.

Maka harus diingatkan," sungut Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, usai rapat darurat bersama gugus tugas tersebut di ruang banggar DPRD Kabupaten Semarang, Senin (23/3/2020) siang.

Dalam rapat tersebut ia mempertanyakan beberapa hal.

Selain minimnya akses tempat cuci tangan di tempat tempat umum, menurutnya penyediaan penyemprotan disinfektan juga tak diberikan Pemkab.

"Malah saya mengapresiasi relawan-relawan di Kabupaten Semarang yang secara swadaya dengan kemauan sendiri, menyemprot disinfektan di akses-akses umum di Kabupaten Semarang," ungkapnya.

Selain itu Bondan menilai Pemkab Semarang abai dengan fakta bahwa masih ada beberapa tempat wisata dan tempat hiburan malam di Kabupaten Semarang yang belum tutup.

"Pabrik-pabrik juga belum tahu kondisinya seperti apa terkait pencegahan corona, masyarakat juga tidak diajak bicara," ungkapnya.

Ia pun menegaskan seharusnya informasi terkait ODP dan PDP di Kabupaten Semarang diinformasikan oleh Pemkab Semarang secara gamblang. Jika tidak diinformasikan, menurutnya akan terjadi misinformasi di masyarakat, yang imbasnya membuat keresahan di tingkat masyarakat Kabupaten Semarang.

"Coba, belum pernah ada Pemkab mengeluarkan informasi itu.

Saya beberapa kali ditanya, tak pernah bisa menjawab dengan benar."

"Maka jelas menimbulkan keresahan di masyarakat," terang dia.

Lebih jauh Bondan menjelaskan terkait RSUD Ambarawa yang menjadi rumah sakit rujukan terkait wabah Corona, pihaknya meminta Pemkab Semarang menambah ruang isolasi.

Saat ini di rumah sakit tersebut baru ada dua ruang isolasi dengan total 4 kamar tidur.

"Ketersediaan ruang isolasi rujukan Corona memang baru di RSUD Ambarawa lini kedua.

Kami minta menyediakan lagi ruang isolasinya."

"Termasuk rumah sakit yang tidak dijadikan rujukan sebagai antisipasi jika keadaan memburuk," kata dia.

Usai rapat, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, menilai Pemkab tidak menginformasikan secara gamblang data ODP dan PDP di Kabupaten Semarang bukan tanpa alasan.

Menurutnya hal tersebut untuk menjaga agar tak ada kepanikan di masyarakat.

"Berdasar etika kedokteran, data terkait pasien tak boleh begitu saja disebarkan.

Dan data data itu sementara kita lihat masih terkendali."

"Dalam artian kami juga jaga agar tak menimbulkan kepanikan warga," katanya.

Terkait data ODP dan PDP di Kabupaten Semarang, menurutnya berdasar data terbaru, saat ini data ODP sejumlah 425 orang.

Sementata data PDP yakni dua orang.

"Ini masukan dari DPRD ke kita untuk bisa bekerja lebih cepat lagi.

Kami menyadari baru seminggu yang lalu gugus ini dibentuk."

"Kami terus lakukan kegiatan baik rumusan kebijakan dan di lapangan," jelas dia. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved