Berita Kudus

Umumkan 9 Nama Calon Pejabat Eselon II Pemkab Kudus, Hartopo: Saya Pilih yang Berani

Plt Bupati Kudus HM Hartopo berharap, proses seleksi calon oejabat berlangsung secara obyektif tanpa intervensi dari luar.

IST
Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo didampingi jajaran pun melakukan rapat konferensi video dengan Gubernur Jateng di Command Center Diskominfo Kudus, Selasa (17/3). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengumumkan sembilan orang terbaik dalam pelaksanaan lelang jabatan eselon II.

Berdasarkan pengumuman Pansel No 21/PANSEL-JPT/III/2020 yang ditandatangani langsung Ketua Panitia Seleksi, Samani Intakoris.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan pada BKPP Kabupaten Kudus, Tulus Triyatmika, mengatakan, sembilan ASN tersebut terdiri dari tga ASN yang mendaftar di Dinas Sosial P3AP2KB, Mundir, Sutrimo, dan Sudarmono.

Kemudian tiga peserta yang lolos Catur Widyatno, Arif Suwanto, dan Udi Waluyo yang mendaftar di BKPP Kudus.

Serta Bergas Catursasi Penanggungan, Sancaka Dwi Supani, dan Harso Widodo yang melamar pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.

"Dari masing-masing OPD, dipilih tiga ASN yang melamar dengan nilai yang terbaik," ucap Tulus, Selasa (24/3/2020).

Tulus menambahkan, pihaknya akan mengajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk merekomendasikan pelaksanaan tes uji kelayakan dihadapan Plt Bupati Kudus.

"Kapan waktu pelaksanaannya masih menunggu dari sana (KASN-red)," terangnya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo berharap, proses seleksi tersebut berlangsung secara obyektif tanpa intervensi dari luar.

"Kalau saya akan normatif saja. Siapa yang mendapatkan nilai tertinggi akan berpeluang terpilih," kata Hartopo.

Selain itu, pihaknya juga akan mempertimbangkan terhadap pimpinan yang berani memberikan sanksi kepada anak buahnya yang tidak produktif

"Yang jelas, saya ingin pejabat yang berani dan jujur. Kepala Dinas nanti harus berani memberi sanksi anak buahnya jika melanggar aturan," ujarnya.

Menurutnya, banyak ASN Kudus yang hanya absen pada pagi hari dan kembali ke kantor saat sore hari.

"Banyak ASN itu yang datang ke kantor cuma absen pagi, lalu pergi kemana, nanti kembali lagi sore. Saya ingin pejabat nanti berani memberikan sanksi buat mereka," ujar dia.

Hartopo juga tidak ingin pejabat di Kudus terpolarisasi dalam kubu-kubu tertentu, sehingga bekerja optimal tanpa ada kepentingan.

"Saya tidak ingin ada kubu-kubuan di lingkungan birokrasi yang saya pimpin," jelasnya.‎ (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved