Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Penemuan Jasad Perempuan dalam Tandon Air di Semarang

Warga Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah digegerkan dengan peneman mayat perempuan di tandon air sekira pukul 15.00 WIB.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video penemuan jasad perempuan dalam tandon air di Semarang

Warga Kampung Sikluwung RT 6 Rw 1 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah digegerkan dengan peneman mayat perempuan di tandon air sekira pukul 15.00 WIB.

Ketua RT 6, Budi doyo menuturkan korban sempat dikabarkan hilang selama dua minggu lalu.

"Keluarga bahkan sudah melaporkan kejadian hilangnya korban ke Polsek Tembalang," ujarnya kepada Tribun Jateng, Kamis (26/3/2020).
Menurut Budi korban berjenis kelamin perempuan atas nama Solekah (33) warga setempat.

Korban pertama ditemukan oleh suaminya di tandon air yang terletak di gudang rumah tersebut.

"Korban ditemukan karena ada bau menyengat," terangnya.

Saat ini jenazah belum dievakuasi, Tim inafis Polrestabes sudah datang ke lokasi.

Pemuda Brebes

Penemuan mayat lainnya juga terjadi sehari sebelumnya.

Warga Brebes ditemukan meninggal dunia di mess karyawan yang beralamat di Jalan Brumbungan II Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro menuturkan korban ditemukan meninggal oleh temannya
di dalam mess.

Tepatnya di ruang tengah, Rabu (25/3/2020) sekira pukul 12.00 WIB.

"Penyebab kematian karena sakit.

Pada tubuh mayat juga tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pukulan benda tumpul," ujar Didi saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (25/3/2020) petang.

Menurut Didi, identitas korban adalah Ade Sahrudiyanto (23).

Berstatus sebagai karyawan proyek pembangunan sebuah hotel bagian helper.

Korban merupakan warga Kelurahan Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

"Sekarang mayat korban masih berada di RSUP Kariadi Semarang," terangnya.

Didi menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, korban sebelum meninggal menjalani aktivitas seperti biasa.

Pada pagi hari, berangkat kerja bersama temannya berboncengan naik motor.

Mereka berangkat dari mess menuju ke proyek pembangunan hotel pukul 07.30.

Setelah sampai di lokasi proyek, korban mengisi presensi kehadiran.

Kemudian sarapan di lantai 5 gedung proyek tersebut.

"Seperti biasa korban sarapan dan minum kopi.

Selesai sarapan lalu turun hendak ke basement.

Dalam perjalanan turun, korban mengeluh sakit perut lalu muntah-muntah," ujar Didi.

Mengalami kondisi tersebut, korban akhirnya memilih izin tidak bekerja.

Dia kemudian pulang ke mess dengan mengendarai motor milik temannya.

Didi menuturkan pada jam istirahat, teman korban pulang ke mess untuk rehat.

Saat masuk ke dalam mess di ruang tengah, dia melihat korban tidur tengkurap dalam posisi hanya memakai celana pendek jins.

Sama sekali tidak memakai baju.

Lantaran korban tertidur dalam posisi tersebut, teman korban merasa iba.

Dia pun membangunkan korban agar membetulkan posisi tidurnya.

Ternyata korban hanya diam, tidak bergerak sama sekali.

Tidak lama kemudian datang rekan-rekan kerja lain yang pulang untuk beristirahat.

Mengetahui kondisi korban tidak bisa dibangunkan, mereka berinisiatif mengambil air.

Dibasuhkan ke muka korban tetapi korban tetap diam saja.

"Akhirnya rekan-rekan korban menghubungi mandor.

Setelah itu mandor mengecek denyut nadi korban ternyata sudah tidak ada," jelasnya.

Polsek Semarang Tengah mendapatkan laporan tersebut lantas terjun ke tempat kejadian.

Saat ini korban sudah dievakuasi oleh tim Inafis Polrestabes Semarang. (iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved