Berita Perbankan

Bank Tabungan Negara Masih Optimistis: Perbankan Antisipasi Tekanan Penyaluran KPR

Penyebaran wabah virus corona atau covid-19 yang makin masif turut menekan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) perbankan.

tribunjateng/dok
BANK BTN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Penyebaran wabah virus corona atau covid-19 yang makin masif turut menekan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) perbankan.

Hal itu menyusul imbauan social distancing dan work from home (WFH) yang menghambat calon konsumen properti meninjau buruannya, sedangkan di sisi lain saat ini orang cenderung memilih menyimpan uang di tengah ekonomi yang kian tertekan.

Meski demikian, Bank Tabungan Negara (BTN) masih optimistis bisa mencapai target penyaluran KPR tumbuh sekitar 8-10 persen tahun ini.

Bank itu tidak berencana memangkas target, meski tidak memungkiri virus corona juga berdampak menekan sektor perumahan.

"Itu sejalan dengan optimisme BTN terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menangani wabah covid-19, dan kebijakan dalam mendukung kebutuhan masyarakat akan hunian di Indonesia," kata Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) BTN, Suryanti Agustinar, kepada Kontan, baru-baru ini.

Per Februari 2020, BTN mencatatkan pertumbuhan KPR hampir sebesar 2,5 kali lipat dari bulan sebelumnya.

Melihat kondisi itu, Suryanti optimistis laju pertumbuhan pada Maret akan tetap menggembirakan, terutama kelompok produk KPR subsidi.

Ia mengakui, imbauan social distancing membuat masyarakat membatasi diri berkativitas di luar rumah, termasuk memilih dan melihat lokasi perumahan. Tetapi, kendala itu akan dijadikan BTN sebagai peluang.

Sebagai penyalur KPR terbesar di Tanah Air, BTN memiliki terobosan berbasis teknologi melalui aplikasi BTN Properti Mobile Aps.

Suryanti menuturkan, lewat aplikasi itu, masyarakat dimudahkan untuk melihat gambaran nyata secara empat dimensi dari unit perumahan yang diinginkan melalui fitur 4D Tour Service.

Dengan begitu, calon pembeli tidak lagi harus ke lokasi rumah yang diinginkan, dan meminimalisir kendala waktu dan jarak bagi calon pembeli.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi juga mengakui virus corona turut menekan penyaluran KPR. Menurut dia, penyebaran covid-19 akan berdampak terhadap kemampuan membayar debitur KPR Bank Mandiri, terutama yang terkena dampak langsung. Sedangkan dari sisi new booking, KPR diproyeksikan akan sedikit melambat.

Kendati demikian, bank berlogo pita emas itu masih optimistis bisa mencapai target penyaluran KPR yang ditetapkan tahun ini sebesar 8 persen. Ia yakin pengajuan KPR baru akan kembali meningkat ketika covid-19 mereda.

Sampai dengan Februari 2020, KPR Bank Mandiri masih mencatatkan pertumbuhan kredit 14 persen year on year (yoy), dengan pencairan KPR per 20 Maret 2020 masih lebih tinggi dari periode sama bulan sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved