Ngopi Pagi

FOKUS : Lodeh Lodoh

Lodeh bukan semata sayur. Bukan sebatas sajian hasrat lapar saja. Lodeh sarat makna, pun tak sedikit cerita. Lodeh konon dipercaya bisa menolak musiba

tribunjateng/bram
Sujarwo atau Pak Jarwo wartawan Tribun Jateng 

Oleh Sujarwo

Wartawan Tribun Jateng

Lodeh bukan semata sayur. Bukan sebatas sajian hasrat lapar saja. Lodeh sarat makna, pun tak sedikit cerita. Lodeh konon dipercaya bisa menolak musibah.

Lodeh menjadi salah satu makanan yang muncul kala pageblug.

Pada acara slametan saat pageblug, sayur lodeh dihidangkan. Sayur bersantan ini terdiri 12 macam, yakni labu kuning, kacang panjang, terong, kluwih, daun so, kulit mlinjo, labu siam, pepaya muda, nangka muda, kobis, sayur bayung dan kecambah kedelai.

Ada yang mengartikan, 12 itu dapat dijumlah sebagai 1+2 menghasilkan angka 3. Angka ini dalam filosofi Jawa berarti upaya meraih kehidupan masyarakat yang dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Sementara, komponen pokok sayur lodeh yaitu labu kuning yang dalam bahasa Jawa disebut waluh memiliki arti wal (lepas) dan luh (air mata).

Maksudnya membebaskan manusia dari tetes air mata, peluh atau penderitaan.

Santan sayur kelapa hijau biasa digunakan oleh masyarakat tradisional untuk penawar racun. Santan dalam sayur ini juga menjadi simbol penawar racun duniawi.

Karena kemewahan dunia justru bisa menjadi racun

Halaman
123
Penulis: sujarwo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved