Prakiraan Cuaca

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Jateng Pada Bulan Mei 2020, 4 Kabupaten Ini Alami Kemarau Lebih Awal

Musim Penghujan pada tahun ini diprediksi akan berakhir pada bulan Mei 2020.

TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Lahan Pertanian di Kecamatan Kramat yang mengering akibat minimnya air saat musim kemarau. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Musim Penghujan pada tahun ini diprediksi akan berakhir pada bulan April 2020.

Saat ini beberapa kota di Jawa sudah memasuki musim peralihan atau pancaroba yang nantinya akan berganti menjadi musim kemarau.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa beberapa daerah di Jawa tengah pada akhir April sudah ada yang memasuki musim kemarau.

Menteri Thomas Tewas Diduga Bunuh Diri Karena Khawatirkan Dampak Ekonomi dari Wabah Virus Corona

Warga Jarah Supermarket, Italia Mulai Rusuh Gara-gara Lockdown Virus Corona : Kami Butuh Makan!

Viral di Medsos Foto Pengantin Akad Nikah di KUA Temanggung Pakai Jas Hujan, Si Pria ODP Corona

Dokter Bambang Kadinkes Dinyatakan Positif Virus Corona, Ia Tulis Pesan Ini di Sepucuk Surat

Namun secara umum kawasan Jawa tengah akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei.

"Bulan April sebagian (kota) sudah ada yang masuk (musim kemarau).

Namun secara umum Bulan Mei.

Kecuali wilayah dataran tinggi dan pegunungan itu musim kemaraunya masuk Bulan Juni awal," terangnya melalui sambungan telepon, Minggu (29/3).

Ia mengatakan bahwa kota-kota yang akan mengalami musim kemarau lebih awal di antaranya Jepara, Demak, Wonogiri, dan Kebumen.

Wilayah tersebut bisa menjadi wilayah yang rawan terjadinya kekeringan akibat dampak musim kemarau.

Pasalnya daerah itu mendapatkan panas lebih awal dibandingkan daerah lainnya.

Namun meski demikian, dari prediksi pihaknya bahwa musim kemarau pada tahun ini tidak sepanas pada musim kemarau 2019.

Hal itu dikarenakan tidak ada faktor dominan pada musim kemarau kali ini.

"Musim kemarau kali ini faktor yang memberikan hujan namun juga ada faktor yang mengurangi hujan, berbeda pada musim kemarau sebelumnya ada faktor yang dominan sehingga membuat musim kemarau menjadi sangat panas," paparnya.(*)

Pasien Sembuh Corona di Solo Cerita Sering Minum Ramuan Empon-empon, Pas Sakit Keluhkan Gejala Ini

Ternyata Tak Semua Sopir Taksi dan Ojek Online Dapat Tangguhan Cicilan 1 Tahun, Ini Penjelasan OJK

Bak Kota Mati, Suasana Terkini Simpang Lima Kota Semarang Pasca Penutupan Jalan Protokol

1 Warga Kendal Meninggal Seusai Perjalanan dari Jakarta, Dikuburkan Layaknya Pasien Positif Corona

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved