Liputan Khusus

Ada Perusahaan di Jateng Mulai Rumahkan Karyawan, Karmanto Minta Minimal 75% Upah Selama Karantina

Beberapa perusahaan di Jawa Tengah sudah mulai merumahkan karyawannya demi pencegahan dan pemutusan mata rantai virus Covid-19.

KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM -- Beberapa perusahaan di Jawa Tengah sudah mulai merumahkan karyawannya demi pencegahan dan pemutusan mata rantai virus Covid-19.

Di sekitar Kota Semarang saja setidaknya sudah ada tujuh perusahaan yang mulai merumahkan karyawannya.

Menurut Karmanto, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP), rata-rata perusahaan yang mulai merumahkan karyawannya berasal dari sektor garmen, plastik, otomotif, dan elektronik.

Ada banyak alasan mengapa perusahaan melakukan hal tersebut, namun alasan terkuat yakni untuk memutus penyebaran virus Covid-19.

"Ada beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya karena sudah ada yang ODP maupun PDP. Tapi ada pula karena faktor suplai dan penjualan yang sangat sulit.

Maka penguasaha lebih memilih merumahkan, daripada harus terus merugi," papar Karmanto kepada Tribun Jateng.

Jangka waktu karyawan yang dirumahkan berkisar antara 14 hingga 28 hari. Selama dirumahkan, Karmanto meminta kepada seluruh karyawan untuk tidak melanggar aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

"Kalau sudah dirumahkan ya jangan pergi kemana-mana. Tetap di rumah saja dan melakukan gaya hidup sehat," tambah dia.

Namun di sisi lain, para karyawan juga khawatir jika tidak mendapatkan upah selama berada di rumah. Maka, Karmanto meminta kepada para pengusaha untuk tetap memberikan upah kepada karyawan selama menjalani karantina.

"Sesuai dengan UU nomor 13, pengusaha harus melakukan negosiasi bersama karyawan terkait upah selama karantina.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved