Virus Corona Jateng

Begini Foto Suasana Terkini Kota Tegal di Hari Pertama Isolasi Wilayah Hingga 4 Bulan ke Depan

Seusai Kota Tegal melakukan isolasi wilayah, jalan protokol di lingkungan Kota Tegal terlihat lenggang.

Tribun Jateng/Fajar Bahruddin
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama jajaran Forkopimda menutup Jalan Teuku Umar Kota Tegal dengan pembatas beton atau beton movable concrete barrier (MCB) sebagai lanjutan kebijakan isolasi wilayah Kota Tegal, Minggu (29/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Seusai Kota Tegal melakukan isolasi wilayah, jalan protokol di lingkungan Kota Tegal terlihat lenggang.

Kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan sepeda motor.

Keadaan pusat kota di Alun- alun Kota Tegal terlihat sepi, hanya terlihat dua pedagang kaki lima (PKL).

BREAKING NEWS: 1 Warga Salatiga Positif Virus Corona, Pulang dari Amerika

Nella Kharisma Tersipu Malu Ketika Dory Penabuh Gendang Didi Kempot Akan Nafkahinya dan Anak-anak

Ternyata Tak Semua Sopir Taksi dan Ojek Online Dapat Tangguhan Cicilan 1 Tahun, Ini Penjelasan OJK

Warga Jarah Supermarket, Italia Mulai Rusuh Gara-gara Lockdown Virus Corona : Kami Butuh Makan!

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Forkopimda menutup akses Jalan Teuku Umar dengan beton MCB, Minggu (29/3/2020).
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Forkopimda menutup akses Jalan Teuku Umar dengan beton MCB, Minggu (29/3/2020). (Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin Achmad)

Dalam pelaksanaan isolasi wilayah ini, Pemerintah Kota Tegal baru selesai menutup 35 ruas jalan dengan pembatas beton atau beton movable concrete barrier (MCB).

Seorang juru parkir, Sahuri (66) mengatakan, kondisi jalan menjadi sepi.

Bahkan jalan di tempat ia berjaga, di Jalan Hos Cokroaminoto nampak seperi lapangan sepak bola.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Forkopimda menutup akses Jalan Teuku Umar dengan beton MCB, Minggu (29/3/2020).
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Forkopimda menutup akses Jalan Teuku Umar dengan beton MCB, Minggu (29/3/2020). (Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin Achmad)

Menurut Sahuri, kebijakan isolasi wilayah ini menurunkan penghasilannya sehari- hari.

Namun ia mengaku mendukung kebijakan Pemkot Tegal dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Tegal.

Sahuri berharap, Pemkot Tegal memberikan kebijaksanaan atas kebijakan isolasi wilayah.

"Saya punya tanggung jawab setoran dengan Dishub, Rp 45 ribu. Ya mungkin bisa bijaksanalah. Pasti seberapapun saya setor. Yang penting ada kebijaksanaan," kata Sahuri kepada tribunjateng.com, Senin (30/3/2020).

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved