Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

Dampak Corona, Aktivitas Pemotongan Sapi di RPH Salatiga Turun 70 Persen

Mewabahnya virus Corona (covid-19) turut berdampak pada usaha peternakan di Kota Salatiga

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
Tribun Jateng/M Nafiul Haris
Kepala Dispertan Kota Salatiga Nunuk Dartini saat menyemprotkan cairan disinfektan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Salatiga, Senin (30/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Mewabahnya virus Corona (covid-19) turut berdampak pada usaha peternakan di Kota Salatiga. Sehingga, akibat penyebaran virus tersebut, aktivitas pemotongan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Salatiga menurun drastis hingga 70 persen.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga Nunuk Dartini mengatakan sebelum virus covid-19 mewabah, RPH Salatiga melayani pemotongan sebanyak 7-8 ekor sapi setiap hari.

"Sekarang maksimal hanya berkisar dua ekor. Sejak pandemi virus Corona, warga banyak yang membatalkan acara hajatan dan lainnya. Sehingga permintaan daging sapi menurun," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (30/3/2020)

Menurut Nunuk, statistik perdagangan daging sapi di pasaran juga mulai menurun. Kemudian, tidak bisa dihindari layanan pemotongan sapi di RPH menurun sampai 70 persen.

Ia menambahkan, meski permintaan daging sapi menurun tetapi harganya dinilai masih stabil berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 110 ribu per kilogram.

"Kalau harga masih stabil, hanya saja manakala aktivitas pemotongan menurun nanti ujungnya pada penghasilan peternak. Karena mereka tetap harus memberi makan hewan ternak masing-masing," katanya

Dikatakannya, terkait sterilisasi RPH oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan covid 19.

Selanjutnya, secara mandiri Dispertan Salatiga juga akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara rutin mingguan ke sejumlah peternakan di Kota Salatiga.

"Pasokan hewan juga terpengaruh, termasuk juga pemotongan ayam mengalami penurunan. Sekarang fokus kami bagaimana kebutuhan daging ada tersedia dari para peternak,” ujarnya. (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved