Virus Corona Jateng
PDP Corona di Grobogan Meninggal Dunia Setelah Jalani Isolasi Sehari, Diduga Ini Sebabnya
PDP Corona di Grobogan Meninggal Dunia Setelah Jalani Isolasi Sehari, Diduga Ini Sebabnya
PDP Corona di Grobogan Meninggal Dunia Setelah Jalani Isolasi Sehari, Diduga Ini Sebabnya
TRIBUNJATENG.COM - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) yang diisolasi di salah satu rumah sakit swasta di Kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia, Senin (30/3/2020).
"PDP asal Godong berusia 51 tahun di RS Yakkum Purwodadi meninggal dunia setelah sempat diisolasi sehari," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Slamet Widodo saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.
• WN Amerika Ini Tolak Pulang ke AS Meski Akui Faskes di Indonesia Mungkin Kurang, Hanya 1 Alasannya
• Tak Mau Wonogiri Ada Lockdown karena Corona, Bupati Joko Sutopo: Kita Lawan Virus, Bukan Hewan Buas
• Flu Bisa Terjadi karena Perubahan Cuaca, Kapan Harus Curiga kalau Itu Corona? Ini Beda Gejalanya
• Promo Superindo 30 Maret sampai 2 April 2020, Banyak Diskon untuk Kebutuhan Anda
Slamet Widodo mengatakan, pasien merupakan warga dari Kecamatan Godong, Grobogan.
"Pasien meninggal dunia akibat pneumonia dan diabetes melitus," ungkapnya.
Dia menambahkan, PDP tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan jauh.
"Diketahui PDP tersebut kesehatannya drop usai bertemu dengan anaknya yang baru pulang dari Jakarta," kata Slamet.
Slamet menjelaskan, belum diketahui apakah pasien positif terjangkit Covid-19.
"Masih menunggu hasilnya, apakah PDP itu positif corona atau tidak.
Sementara dari hasil pemeriksaan terhadap anak PDP tersebut, kondisi kesehatannya normal.
Kami akan pantau perkembangannya," terang Slamet.
Meski demikian, petugas tetap memakai Standar Operasional Prosedur (SOP) pemulasaran jenazah pasien terinfeksi Covid-19. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Baru Sehari Diisolasi, PDP Corona di Grobogan Meninggal Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kab.jpg)