Breaking News:

Virus Corona Jateng

Alokasikan Dana Sosial Rp 10 Miliar Saat Wabah Corona, Tukang Pijat di Kudus Masuk‎ Daftar

Pemkab Kudus merelokasi anggaran tambahan dari APBD 2020 hingga Rp 10 milia‎r untuk penanganan covid-19.

TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Samani Intakoris (kiri). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus merelokasi anggaran tambahan dari APBD 2020 hingga Rp 10 milia‎r untuk penanganan covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Samani Intakoris menyampaikan, jika sebelumnya anggaran yang disiapkan semula hanya Rp 15 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.

Pihaknya akan menambah alokasi anggaran Rp 10 miliar untuk bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak virus corona.

Gadis Pengemudi Mobil yang Mabuk Tabrak Pria Hingga Tewas, Malah Selfie Merasa Tak Bersalah

Setelah Amerika Babak Belur, Donald Trump Bicara Berbeda Soal Virus Corona : Itu Ganas

Bukan Demam, Ilmuwan Inggris Ungkap Tanda Awal Paling Mungkin Seseorang Terinfeksi Virus Corona

Viral Tukang Parkir Pura-pura Arahkan Mobil, Parkiran Kosong Terdampak Wabah Corona

Sehingga total anggaran yang digeser dalam APBD 2020 ini mecapai Rp 25 miliar untuk alat kesehatan dan bantuan sosial.

"Kami menyiapkan tambahan lagi sekitar Rp 10 miliar untuk memberikan bantuan sosial," jelas dia, Rabu (1/4/2020).

Pihaknya masih memetakan masyarakat yang layak mendapatkan bantuan sosial tersebut yang diperkirakan jumlahnya mencapai 17.000 orang.

Menurutnya, bantuan yang diberikan dalam bentuk uang itu akan diberikan di antaranya kepada tukang ojek, tukang becak, dan tukang pijat.

"Tukang pijat juga ada ini akan mendapatkan dana sosial."

"Targetnya kapan belum tahu karena masih dalam pembahasan," jelas dia.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengaku jika pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak.

Setiap orang yang dianggap layak memperoleh dan sosial itu akan mendapatkan uang sebesar Rp 5.000 per harinya.

"Jadi kalau di rumah itu ada lima orang, ya berarti Rp 5‎.000 dikalikan lima, kemudian dikali 30 hari," jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalisasi anggaran desa untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

‎"Kami juga sudah memiliki data masyarakat miskin untuk mendapatkan beras, telur dan lainnya," jelasnya.

(Raka F Pujangga)

Dinkes Cilacap Umumkan 3 PDP Corona Dinyatakan Negatif, Sudah Pulang ke Rumah

Berita Baik dari Ungaran Semarang! 1 Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sembuh

Pria Tiba-tiba Jatuh di Jalan, Ini Update Kondisinya Setelah Ditangani Tim Medis yang Memakai APD

Bupati Banyumas Ikut Makamkan Jenazah Pasien Positif Corona, Buktikan Pemakaman Aman Sesuai SOP

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved