Berita Kendal

Dinas PU Kendal Tambal Tanggul Darurat Sungai Bodri dengan Karung Isi Pasir

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, membuat tanggul darurat atas merembesnya tanggul Sungai Bodri

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
TUTUP TANGGUL – Pekerja DPUPR melakukan penutupan bronjong Sungai Bodri yang bocor dengan karung isi pasir, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, melakukan langkah darurat atas merembesnya tanggul Sungai Bodri di Desa Lanji Kecamatan Patebon yang menggenangi kawasan pemukiman, Selasa (31/3/2020) kemarin malam.

Hari ini, Rabu (1/4/2020) ratusan sak berisi pasir dipersipkan untuk menutup tanggul yang bocor sepanjang 20 meter sebanyak 3 lapis.

Penutupan tidak hanya dilakukan pada bagian luar tanggul, namun juga pada bagian sisi dalam tanggul.

Setelah Amerika Babak Belur, Donald Trump Bicara Berbeda Soal Virus Corona : Itu Ganas

Viral Tukang Parkir Pura-pura Arahkan Mobil, Parkiran Kosong Terdampak Wabah Corona

Dokter Maulidin Top Banget! Menhub Budi Karya Sumadi Acungkan Jempol untuk Dokter yang Menanganinya

Ribuan Warga Jateng yang Ikut Ijtima Jamaah Tabligh di Gowa Diminta Jalani Karantina Mandiri

Pedoman Mengurus Jenazah Korban Corona Sesuai Fatwa MUI, Pemakaman Boleh Dalam Satu Liang

Kepala DPUPR Kabupaten Kendal Sugiono mengatakan, langkah penanggulangan darurat ini sebagai upaya untuk mengantisipasi kejadian serupa, mengingat curah hujan di daerah atas masih tinggi sementara penanganan tanggul permanen belum bisa dilakukan.

Untuk percepatan penanganan, pihaknya menerjunkan puluhan pekerja untuk menutup bronjong yang bocor agar meminimalisir dampak manakala terjadi banjir kembali.

"Tanah penahan bronjong sudah tidak ada, terlihat ada lubang tempat air mengalir keluar bronjong. Hasil rapat bersama dinas dan BPBD Kendal, maka untuk penanganan sementara dilakukan penambalan lubang pada bronjong," terang Sugiono saat mengecek tanggul.

Mekanisme pengerjaan, karung berisi pasir ditumpuk sepanjang 20 meter dan berlapis tiga buah untuk menahan jika air meluber serta kondisi sungai kembali banjir.

Penambalan juga dilakukan di sisi dalam tanggul tetapi harus menunggu kondisi tanah mengering agar penutupan maksimal.

Ia bersyukur karena kondisi bronjong masih dalam kategori baik. Artinya posisi bronjong hanya mengalami penurunan 5 sentimeter dari posisi awal.

Ia berharap adanya dana tanggap darurat untuk dilakukan perbaikan bronjong sementara agar warga di sekitar tanggul tidak merasa was-was.

"Alhamdulillah (bronjong) tidak ketarik gerusan air sungai. Sementara ini yang bisa kita lakukan, sembari menunggu dana tanggap darurat," jelasnya. (Sam)

Kecelakaan Pengendara Motor Tewas Tertabrak Kereta di Solo, Sudah Diteriaki Warga Tapi Tak Mendengar

Ganjar Minta Tak Ada Penolakan Jenazah Korban Corona: Tolong, Tolong Betul Saya Meminta

Pemerintah Akan Bebaskan 30 Ribu Narapidana Cegah Corona, Ini Nasib Napi Korupsi & Teroris

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved