Breaking News:

Virus Corona Jateng

Ketua DPRD Salatiga Minta Warga Menerima Pemakaman Jenazah Positif Corona : Dijamin Tidak Menular

DPRD Kota Salatiga meminta masyarakat tidak meniru sejumlah aksi penolakan pemakaman jenazah pasien positif terjangkit virus Corona (Covid-19).

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit (baju putih) saat rapat terbatas di Kantor DPRD, Rabu (1/4/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - DPRD Kota Salatiga meminta masyarakat tidak meniru sejumlah aksi penolakan pemakaman jenazah pasien positif terjangkit virus Corona (Covid-19).

Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan proses pemulasaran jenazah pasien positif Corona telah melalui sejumlah prosedur medis dan dijamin tidak menularkan.

"Jenazah itu setahu saya disemprot disinfektan, disterilisasi baru kemudian dimasukkan peti serta dibungkus dengan plastik.

Bupati Banyumas Ikut Makamkan Jenazah Pasien Positif Corona, Buktikan Pemakaman Aman Sesuai SOP

4 Pasien Positif Virus Corona di Kota Semarang Dinyatakan Sembuh

Setelah Amerika Babak Belur, Donald Trump Bicara Berbeda Soal Virus Corona : Itu Ganas

Gadis Pengemudi Mobil yang Mabuk Tabrak Pria Hingga Tewas, Malah Selfie Merasa Tak Bersalah

Maka, warga jangan meniru adanya aksi menolak jenazah covid-19 untuk dimakamkan pada lingkungannya," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (1/4/2020)

Menurut Dance, masyarakat tidak perlu merasa panik apabila lingkungannya terdapat pasien positif covid-19 dan kemudian meninggal dunia.

Ia menambahkan, atas dasar kemanusiaan supaya turut mendoakan keluarga almarhum serta jika berkenan membantu proses pemakaman lancar dengan mengedukasi warga yang belum paham.

"Tolong, masyarakat Salatiga jangan meniru seperti yang ramai sekarang.

Jangan ada penolakan terhadap jenazah yang dinyatakan positif Corona.

Mari kita jaga perasaan korban dan keluarganya," katanya

Dikatakannya, apabila pasien positif Corona kemudian meninggal dunia dan pemakaman telah dilakukan tidak akan menimbulkan penularan.

Semestinya dalam masa pandemi seperti ini masyarakat saling menyemangati.

Pihaknya menyatakan, meski belum ada pasien positif Corona di Salatiga meninggal dunia secara khusus telah memerintahkan petugas medis melakukan sejumlah persiapan.

"Pemakaian alat pelindung diri (APD) itu karena petugas dari rumah sakit. Jadi SOP nya begitu, Dinas Perkim Salatiga juga sudah saya minta mengantisipasi kejadian itu agar tidak menular," ujarnya

Diketahui, aksi penolakan pemakaman jenazah akibat covid-19 terjadi di beberapa tempat.

Warga berdalih takut tertular virus dari jenazah yang dimakamkan. (ris)

Pemkot Semarang Siapkan Makam Khusus Pasien Positif Corona, Ini Lokasi yang Dinilai Paling Mungkin

Kemendikbud Keluarkan Surat Mengenai Perpanjangan Masa Belajar Mahasiswa, Ini Isinya

Hujan Mengguyur saat Bob Hasan Dimakamkan di Ungaran, Keluarga: Kankernya Menyebar Sampai Tulang

Bukan Demam, Ilmuwan Inggris Ungkap Tanda Awal Paling Mungkin Seseorang Terinfeksi Virus Corona

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved