Dinkes Kebumen: Masyakarat yang Positif Corona dari Rapid Test Jangan Panik, Masih Ada Uji Swab

Dinas Kesehatan Kebumen telah menerima 400 rapid test atau alat tes cepat Corona (COVID-19) dari Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

ISTIMEWA
ILUSTRASI Petuga smedis melakukan Rapid Test Corona 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Dinas Kesehatan Kebumen telah menerima 400 rapid test atau alat tes cepat Corona (COVID-19) dari Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. 

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Dwi Budi Satrio mengatakan, rapid tes di Kebumen akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang berisiko terpapar virus karena bersinggungan dengan pasien.

Rapid test juga akan menyasar Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang belum menjalani uji swab

Masyarakat yang sempat kontak langsung dengan pasien positif Corona juga menjadi target tes cepat ini. 

Dwi mengatakan, warga yang dinyatakan positif dari hasil rapid test tidak perlu panik karena masih harus menjalani uji swab.

Hasil uji swab bisa sama dengan hasil rapid test. Namun bisa juga menunjukkan hasil berbeda dengan hasil rapid test. 

"Jadi kalau rapid test positif jangan panik,"katanya

Terlebih, peraturan terbaru, menurut dia, mereka yang positif COVID-19 bisa menjalani isolasi di rumah. Pasalnya, 65-80 persen mereka tidak menunjukkan gejala sakit yang serius atau keluhan. 

Wajar jika mereka selama di rumah sakit bisa terlihat santai. Mereka hanya diberi vitamin dan akhirnya bisa sembuh. 

Karena itu, menurut Dwi, kata kunci pengendalian wabah Corona ini adalah mau melakukan jarak sosial (social distancing) dan karantina. 

Semakin masyarakat mampu menjaga jarak dengan yang lainnya, potensi penularan virus ini  bisa ditekan. Begitu juga, semakin banyak masyarakat yang melakukan karantina, angka kasus akan bisa terus diturunkan. 

Karenanya ia berharap Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal karantina dan social distancing segera diterbitkan untuk memperkuat upaya pencegahan itu. 

Seban jika banyak masyarakat yang masuk rumah sakit karena tidak menaati imbauan pemerintah, biaya penangannya akan lebih tinggi dan merepotkan. 

"(Rapid test) ini untuk memetakan mana yang harus dikarantina, mana yang harus di distancing,"katanya.
 (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved