TMMD Pekalongan

Harapan Wahyono dari Pantirejo bagi Publikasi TMMD Reguler Pekalongan

Tak hanya memberitakan gotong royong antara Satgas TMMD dengan masyarakat setempat dalam membangun infrastruktur dan rehab Rumah Tidak Layak Huni

ist
Harapan Wahyono Dari Pantirejo Kepada Publikasi TMMD Reguler Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Publikasi kegiatan TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tak hanya memberitakan gotong royong Satgas TMMD dengan masyarakat setempat dalam membangun infrastruktur dan rehab Rumah Tidak Layak Huni untuk mengentaskan kemiskinan 10 orang penerima manfaat dari desa setempat.

Namun, juga memberitakan segenap aspek kehidupan sosial dan potensi yang dimiliki Desa Pantirejo, termasuk menyampaikan kesulitan dan apresiasi warganya kepada Pemerintah dan TNI.

Seperti halnya menyampaikan apresiasi dari Wahyono (42), wiraswasta asal Dukuh Pepedan RT/RW. 02, Pantirejo, kepada Pemkab dan Kodim 0710 Pekalongan.

Dia diwawancarai Serda Daryono, anggota Koramil 05 Kesesi, yang ditugaskan Kodim Pekalongan, untuk pencarian dokumentasi segala kegiatan pembangunan dan segenap aspek tersebut,Minggu (5/4/2020).

Sebagai warga dan pengguna jalan antar desa dan kecamatan yang sedang diselesaikan oleh anggota Satgas dan masyarakat setempat.

Jalan sepanjang 2.550 meter lebar 3 meter yang membentang mulai dari perbatasan desa tetangga, yaitu Desa Sidosari ke arah Desa Bulaksari Kecamatan Sragi, sangat vital untuk akses warga khususnya 2 desa (Pantirejo dan Kwigaran), dalam menjangkau fasilitas perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan juga ke pusat pemerintahan yaitu Kantor Kecamatan Kesesi.

“Saya sangat mengapresiasi upaya dan semangat kerja TNI dan masyarakat dalam mmembangun jalan kami yang juga akan memotivasi anak-anak kami untuk lebih rajin bersekolah, baik di SLTP/SLTA di wilayah Kecamatan Kesesi maupun di Kecamatan Sragi,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, di hari ke-20 pelaksanaan TMMD Reguler di desanya, capaian 75 % ruas yang sedang diselesaikan dari Dukuh Pepedan-Jlubang, Desa Pantirejo, sangat membanggakan hasilnya karena dalam pengerjaannya juga melibatkan para pekerja ahli pengaspalan jalan dari Kecamatan Petungkriyono.

Ia juga optimis, bahwa sisi 25 % lagi di waktu 10 hari pelaksanaan pembangunan, jalan akan selesai tepat waktu.

Jadi paket komplit pengaspalan jalan di desanya di 3 ruas akan benar-benar membuktikan bahwa jalan itu dibangun dengan keringanan gotong royong TNI, Polri, Pemkab dan masyarakat dengan di-support tenaga ahli pengaspalan.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab, Polres dan Bapak-bapak TNI dari berbagai kesatuan. Jalan ini juga akan bermanfaat bagi saya sebagai salah satu pelaku ekonomi yang biasa berjualan di Pasar Kesesi,” jelasas Wahyono.

Apa yang dikatakannya tersebut, sangat diharapkannya sampai kepada berbagai pihak yang disebutkannya, melalui publikasi TMMD Kodim Pekalongan yang disupport berbagai media sosial.

Tentu juga tak mengesampingkan peran Sersan Daryono, dalam mencari bahan keterangan dan sumber yang valid di lapangan.

Bukan hanya foto, video pun diambilnya sebagai pelengkap data dan validitas berita. (*)
    

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved