Breaking News:

Virus Corona Jateng

Dampak Virus Corona, Dispernaker Sebut Puluhan Karyawan di Kota Salatiga Dirumahkan Tanpa Dibayar

Dampak mewabahnya virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah pemilik usaha di Salatiga terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
BBC
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dampak mewabahnya virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah pemilik usaha di Salatiga terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan pekerjanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kota Salatiga Budi Prasetiyono mengatakan pandemi virus Corona telah menyebabkan dunia usaha kolaps.

"Bahkan ada puluhan pekerja yang dirumahkan tanpa diberi upah (unpaid leave).

Pengakuan Penggali Kubur Jenazah Pasien Virus Corona: Ketika Ambulans Tiba, Jantung Berdegub Cepat

Temuan Para Ilmuwan Terbaru Ada 5 Kelemahan Virus Corona dan Karakteristiknya

Ini 4 Minuman yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh Agar Terhindar Dari Virus Corona

Viral Orangtua Murid Kesal Kerjakan Tugas Anak Sampai Minta Biaya Psikiater

Itu terjadi karena perusahaan tempat mereka bekerja tidak memiliki kemampuan membayar selama dirumahkan," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (7/4/2020)

Menurut Budi, dari sejumlah manajemen perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan para pekerja, sebanyak 45 orang diantaranya tidak dibayar (unpaid leave).

Ia menambahkan, Dispernaker terus memantau perkembangan industrial dan melakukan update data pekerja yang dirumahkan maupun di PHK.

"Sedangkan lainnya ada yang diberi gaji, namun tidak mendapat uang transport dan uang makan.

Ada juga pekerja yang digaji 50 persen," katanya

Dia menyatakan, para pekerja yang terdampak pandemi virus corona akan dilakukan pendataan dan pemantauan agar mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga.

Pihaknya mengungkapkan, pekerja yang dirumahkan sementara jumlahnya ribuan.

Mereka ada dengan status jam kerja harian (casual) ratusan lainnya pekerja kontrak, karena produktivitas perusahaan berkurang dirumahkan sementara.

"Kami sedang melakukan rasionalisasi anggaran untuk penanganan dampak sosial ekonomi akibat virus corona.

Semua pekerja yang terdampak corona akan mendapat bantuan berupa bahan kebutuhan pokok," ujarnya. (ris)

15 Ribu Paket Sembako Disiapkan Pemkot Salatiga untuk Warga Terdampak Wabah Virus Corona

Langka, Puskesmas Mandiraja 1 Banjarnegara Buka Donasi Masker untuk Petugas dan Pasien

Polairud Polres Kebumen Ingatkan Nelayan Harus Rajin Mencuci Tangan

Dampak Physical Distancing, Konsumsi BBM di Jateng-DIY Turun 18 Persen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved