Virus Corona Jateng

JPU Tuntut Mantan Kades Buara Supardi Selama 2 Tahun Melalui Video Conference

Kejaksaan Negeri Purbalingga membacakan surat tuntutan perkara kasus korupsi mantan Kades Buara.

Istimewa
JPU melakukan membacakan tuntutan kasus korupsi yang menjerat mantan kepala desa Buara Supardi melalui video conference di kantor Kejari Purbalingga. Pada sidang tersebut hakim berada di Pengadilan Tipikor, Jaksa berada di Kejari, dan terdakwa berada di Lembaga Pemasyarakatan. 

TRIBUNJATENG.COM,PURBALINGGA - Pandemi virus Corona tidak menghalangi, Kejaksaan Negeri Purbalingga menghalangi jaksa untuk membacakan surat tuntutan perkara kasus korupsi yang sedang berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Kasi Intel Kejari Purbalingga, Budi Santosa menuturkan Jaksa membacakan surat tuntutan atas kasus korupsi yang menjerat terdakwa Supardi mantan Kepala Desa Buara melalui sarana video confrence (Vicon) bersama Pengadilan Tipikor Semarang dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang atau Kedungpane.

Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Tempat Karoake di Semarang Masih Ada yang Buka, Pemilik Wisma Karaoke di Sunan Kuning SK Protes

Jalan Parakan Temanggung-Kertek Wonosobo Tutup karena Pemasangan Jembatan, Ini Jalur Alternatifnya

Ilmuwan Iwan Ariawan Prediksi Puncak Penyebaran Corona di Bulan Ramadhan dan Berakhir di Mei-Juni

Seorang Remaja Hilang Tenggelam saat Mencari Ikan di Waduk Logung Kudus

"Surat tuntutan dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) Meyer Simanjuntak selaku Kasi Pidsus beserta anggotanya Agung P di kantor Kejari Purbalingga pada pukul 13.30," tuturnya, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, pada perkara tersebut, JPU menuntut Supardi selama 2 tahun enam bulan dikurangi masa tahanan.

Terdakwa juga dikenai pidana denda sebesar Rp. 50 jua dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dgn pidana kurungan penganti denda selama 6 bulan.

"Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 309.838.453, jika dalam 1 bulan terpidana tidak membayar uang pengganti makan dipidana selama 1 thn penjara," jelasnya.

Dikatakannya, pada sidang tersebut majelis hakim berada di Pengadilan Tipikor, Jaksa berada di Kejari, dan terdakwa berada di Lembaga Pemasyarakatan.

"Bahwa persidangan selesai pukul 15.00 WIB," tuturnya.

Ia menuturkan pada sidang tersebut terdakwa melakukan korupsi dana desa pada APBDEs 2017 sebesar Rp.309.838.453.

Pada perkara tersebut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 huruf b, ayat 2, ayat 3 UU Tahun 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU no 20 thn 2001 tentang pemberatasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsidiair.

(*)

2,5 Tahun Gaji Disumbangkan Tangani Virus Corona, Wabup Cilacap : Alhamdulillah Istri juga Ridho

Rayhan Maditra Suami Isyana Sarasvati Ikut Berjuang Tangani Pasien Corona : Semangat Suamiku

Ini Rahasia Messi Sering Jadi Top Skor Liga Spanyol, Terbukti Ampuh Selama Puluhan Tahun

DPRD Salatiga Minta PDAM Kota Salatiga Bebaskan Tagihan Air Bagi Warga Terdampak Virus Corona

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved