Virus Corona Jateng

Aktivitas Bisnis Travel Agent di Semarang dan Jateng Melesu, Terdampak Wabah Virus Corona

Merebaknya virus corona menyebabkan bisnis travel agent di Semarang dan Jawa Tengah mengalami kelesuan, bersamaan dengan anjloknya industri pariwisata

GOOGLE
Bisnis travel agent di Semarang dan Jateng lesu sebagai dampak wabah virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Merebaknya virus corona menyebabkan bisnis travel agent di Semarang dan Jawa Tengah mengalami kelesuan, bersamaan dengan anjloknya industri pariwisata.

“Sektor bisnis kami ini sangat terdampak karena erat dengan pariwisata yang juga mengalami penurunan imbas dari virus corona,” kata Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno, kepada Tribunjateng.com, Rabu (8/4/2020).

Menurut dia, terdapat 524 travel agent di Jateng yang terdampak virus corona.

Glenn Fredly Meninggal, Peti Jenazahnya Dibungkus Plastik Saat Dibawa Keluar Rumah Sakit

Viral Bocah Malaysia Tidak Makan Tiga Hari, Lockdown Negara Bikin Ayah Tak Bisa Kerja

Ojol Asal Pringapus Meninggal di Depan Apotik Jalan Wahidin Semarang, Punya Riwayat Sakit Jantung

Bella Shofie Pamer Topi Anti Virus Corona: Corona Please Go Away, Udah Kangen Ngemall!

Terdiri dari 211 biro perjalanan wisata (BPW) dan 313 agen perjalanan wisata (APW).

Sejak pertengahan Februari hingga awal Maret lalu, Joko menuturkan sudah terdapat wisatawan yang melakukan pengurusan refund (pengembalian dana) ataupun melakukan pembatalan perjalanan ke luar negeri.

Sementara sejak pertengahan Maret lalu, dia menambahkan, refund dan pembatalan juga mulai terjadi untuk perjalanan domestik.

“Memang tidak semua membatalkan, ada pula yang masih ingin melihat situasi terlebih dahulu, tapi itu hanya sedikit. Untuk yang membatalkan sekitar 90 persen, sedangkan 10 persen sisanya tidak,” jelasnya.

Joko menyatakan, refund ataupun pembatalan dilakukan wisatawan yang memiliki jadwal bepergian ke depan, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang.

Sebab masih belum ada kepastian kapan wabah virus corona ini akan berakhir.

Dengan kondisi itu, menurut dia, potensi kerugian para travel agent di Jateng diperkirakan berkisar di angka Rp 500 juta per travel agent per bulan.

Halaman
12
Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved