Berita Perbankan

Hasil Stress Tes LPS Temui Potensi Bank Gagal

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam simulasi stress test menemukan ada potensi delapan bank gagal jika kondisi ekonomi makin memburuk

Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi - Penukaran uang dolar ke rupiah. Editor: Mohamad Yoenus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam simulasi stress test menemukan ada potensi delapan bank gagal jika kondisi ekonomi makin memburuk akibat pandemi virus corona atau covid-19.

“Dengan skenario berat yang terjadi akibat pademi covid-19 sebagaimana disusun pemerintah, sesuai dengan simulais stress test ada potensi delapan bank gagal.

Namun ini akan sangat tergantung kapan bank tersebut diserahkan ke LPS,” kata Kepala Eksekutif LPS Lana Soelastinigsih, saat rapat daring bersama Komisi XI DPR, Kamis (9/4).

Menurut dia, stress test itu berguna untuk menakar kemampuan LPS menangani bank gagal. Per Maret 2020, aset LPS mencapai Rp 128,3 triliun.

Nilai aset itu dsebut Lana masih cukup untuk menangani bank gagal non sistemik secara tak penuh. Sementara untuk menangani klaim secara penuh, dana yang kini dimiliki LPS tak bakal mencukupi.

OPINI Cahyo Seftyono : Kepemimpinan Gagasan Merespon Ujian

Menelusuri Kehidupan Warga Indonesia di Spanyol di Tengah Wabah Virus Corona

BERITA LENGKAP Pemakaman Perawat RSUP Kariadi, Ganjar : Dia Seorang Pejuang, Harusnya Dihormati

DETIK-DETIK: Lia, Danti dan Indah Tewas Mengenaskan dalam Kebakaran Toko Kusen Kota Tangerang

“Untuk bank non-sistemik, kami masih bisa cover dengan cara 50 persen dari aset kami repo (repurchasing agreement) ke Bank Indonesia. Sementara sisa 50 persen aset akan digunakan untuk membayar repo 3 bulan ke depan,” paparnya.

Adapun, pemerintah telah menyusun sejumlah skenario makro eknomi mulai berat dan sangat berat akibat pandemi covid-19.

Misalnya untuk skenario berat pertumbuhan PDB sebesar 2,3 persen, harga minyak mentah 38 dollar AS/barel, nilai tukar rupiah Rp 17.500/dollar AS, dan inflasi 3,9 persen.

Sementara dalam kondisi sangat berat, pertumbuhan PDB sebesar minus 0,4 persen, harga minyak mentah 31 dollar AS/barel, nilai tukar rupiah Rp 20.000/dollar AS, dan inflasi 5,1 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah menyatakan, hasil simulasi stress test dengan skenario berat juga mengandaikan adanya penarikan dana pihak ketiga (DPK) dari perbankan lebih dari 0,5 persen selama 20 hari.

Ia menambahkan, aset LPS tak bakal mencukupi untuk menangani bank besar di kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) 3, dan BUKU 4, apalagi yang termasuk bank sistemik jika mengalami kegagalan.

“Kalau masih bank kecil di kelas BUKU 1, dan BUKU 2 kami masih memiliki kemampuan menanganinya. Sementara untuk bank besar dengan aset lebih dari Rp 100 triliun, apalagi bank sistemik dengan aset di atas Rp 300 triliun, LPS tak memiliki kemampuan," terangnya.

Meski demikian, LPS memastikan kondisi perbankan saat ini masih sangat kuat dan stabil dengan berbagai indikator yang dimiliki. (Kontan/Anggar Septiadi)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved