Breaking News:

Wabah Virus Corona

Kobar Buka Posko Pengaduan Pelanggaran Hak Pekerja Terdampak Virus Corona

Kobar menginisiasi adanya posko pengaduan pelanggaran hak buruh atau pekerja di Jawa Tengah yang terdampak Covid-19.

Penulis: Ines Ferdiana Puspitari | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Ilustrasi - Para pekerja pabrik garmen di wilayah Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pandemi virus corona Covid- 19 menghantam hampir seluruh bidang industri di Indonesia.

Hal ini menyebabkan tak hanya satu perusahaan yang memilih untuk mengatasi masalahnya dengan tak memberikan pilihan kepada pekerja melalui skema cuti tak dibayar atau unpaid leave atau dalam kondisi dirumahkan.

“Dari sektor hubungan kerja, banyak perusahaan melakukan PHK (Putus Hubungan Kerja), merumahkan buruh tanpa membayar upahnya, dengan alasan orderan perusahaan sepi bukan karena menjamin kesehatan pekerja buruh terhindar dari Covid-19,” ucap Herdin Pardjoangan, Kepala Divisi Perburuhan YLBHI-LBH Semarang.

Polda Jateng Tangkap Trio Pak RT dkk Diduga Provokator Penolakan Jenazah Perawat di Ungaran

Luhut Pandjaitan Terpukul Anaknya Menangis Lihat Dia Masuk Kamar: Uli Tidak Kenali Saya

Pasien Positif Virus Corona Bohong saat Diperiksa, Akibatnya 76 Pegawai RSUD Purwodadi Harus Dites

Siswa SMP Pati Tergeletak di Alun-alun Demak, Dikira Korban Corona, Ternyata Pingsan Kelaparan

Melalui Koalisi Rakyat Bantu Rakyat (Kobar), yang terdiri dari YLBHI-LBH Semarang,  Kongres Aliansi Buruh Indonesia (Kasbi) Jateng, Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP), Serikat Buruh Kerakyatan (Serbuk) Jateng – DIY, dan Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), LBH Semarang menginisiasi adanya posko pengaduan pelanggaran hak buruh atau pekerja di Jawa Tengah yang terdampak Covid-19.

Hingga 6 April 2020, di Jawa Tengah Jateng tercatat sebanyak 191 perusahaan dengan 148.791 karyawan terdampak virus corona.

Akibatnya, sebanyak 24.240 karyawan terpaksa mengalami PHK.

Di samping itu, karyawan yang terdampak PHK dan dirumahkan tersebut, beberapa tidak mendapatkan kompensasi PHK dan pemenuhan hak-hak lainya semua ketentuan UU Ketenagakerjaan.

“Berdasarkan hasil tracking media dan survei yang dilakukan oleh Kobar, disebutkan bahwa jumlah PHK dan dirumahkanya buruh atau pekerja secara massal di Jawa Tengah telah mulai terjadi dan mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan.

Karena itu dibuka posko pengaduan ini untuk mendapatkan data dari para buruh dan pekerja yang terkena PHK.

Dari data itu nanti bisa dilakukan tindakan selanjutnya, salah satunya untuk advokasi dan dorongan ke pemerintah untuk membuat kebijakan,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved