Virus Corona Jateng

Di Tengah Wabah Virus Corona Teguh Optimis Pembangunan Kampoeng Goetji 1930 Selesai di Agustus 2020

Adanya pandemi virus corona menghambat proses pembangunan Kampoeng Goetji 1930.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Ketua Forum Klaster Pariwisata DPP-2 Jateng, sekaligus Corporate General Manager Grand Dian Hotel, Setya Teguh Yuwana, saat ditemui Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Adanya pandemi virus corona menghambat proses pembangunan Kampoeng Goetji 1930.

Pembangunan ini rencananya untuk menambah destinasi wisata bagi masyarakat yang berkunjung ke Kabupaten Tegal.

Meski demikian, menurut Ketua Forum Klaster Pariwisata DPP-2 Jateng, sekaligus Corporate General Manager Grand Dian Hotel, Setya Teguh Yuwana, proses pembangunan tetap berlanjut namun melihat kondisi saat ini ada pengurangan volume pengerjaan.

Pengakuan Perawat di Semarang yang Ditampar Satpam SD, Sempat Diancam Mau Dibunuh

Sambil Menahan Tangis, Penampar Perawat di Semarang : Saya Menyesal dan Minta Maaf

Penampar Perawat di Semarang Akhirnya Ditangkap Polisi, Ternyata Penjaga Malam Sekolah Dasar

Kuras Tabungan, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sanggup Bayar 55 Karyawan Hanya Sampai Desember 2020

Disebutkan, pihaknya harus selalu optimis sehingga meski situasi sedang kurang bersahabat, aktivitas dibatasi, namun pengerjaan tetap pada target awal.

"Insyaallah sesuai target awal kami, semuanya bisa terselesaikan pada Agustus nanti.

Meksipun ada pengurangan volume pekerjaan, tapi proyek terus berjalan dan harus selalu optimis," tutur Teguh, pada Tribunjateng.com, Minggu (12/4).

Sementara itu, menghadapi situasi pandemi corona seperti sekarang ini, pihaknya melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mengusulkan kepada Bupati Tegal terkait keringanan pajak daerah dan penundaan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Sedangkan pada Kementerian Pusat, pihak PHRI mengusulkan Kartu Pra Kerja bagi karyawan yang dirumahkan karena terdampak corona.

"Kejadian ini tentu suatu hal yang tidak terduga, sehingga beberapa penginapan sampai harus merumahkan karyawan mereka.

Sehingga kami mengupayakan yang terbaik, termasuk penerbitan Kartu Pra Kerja bagi karyawan yang dirumahkan karena Corona," paparnya.

Adapun progres pembangunan Kampoeng Goetji 1930 pada Februari 2020, sudah memasuki tahap penataan lahan dan Joglo atau balai nya sudah jadi.

Sementara itu, rencana awal, pihaknya menyediakan 20 kamar dengan tersedia Balai (Joglo), kolam renang air panas, dan museum kecil yang berisi alat rumah tangga tempo dulu.

Teguh menegaskan, keberadaan Kampoeng Goetji 1930, tidak akan mengganggu pemasaran penginapan lain yang ada di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci.

Mengingat pihaknya memiliki market yang berbeda yaitu fokus menjual pengalaman kepada pengunjung.

Dan menawarkannya dalam bentuk paket wisata. (dta)

Bantu Lawan Virus Corona, Forum Mobil Sragen Asri Bagikan 1.000 Masker Kain ke Pengguna Jalan

Kurangi Aktivitas Warga karena Wabah Virus Corona, Pemkab Sragen Gagas Pasar Online

DPRD Kota Salatiga Usul Libatkan Psikolog Bantu Tangani Pasien Virus Corona, Ini Alasannya

Dampak Virus Corona di Kabupaten Tegal, Okupansi Hotel di Kawasan Wisata Guci Tersisa 10 Persen

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved