Berita Sragen

Kurangi Aktivitas Warga karena Wabah Virus Corona, Pemkab Sragen Gagas Pasar Online

Pemerintah Kabupaten Sragen berencana mengalihkan transaksi di Pasar Bunder Sragen menjadi transaksi secara online.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Aktivitas warga di pintu masuk timur Pasar Bunder Kabupaten Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen berencana mengalihkanKurangi transaksi di Pasar Bunder Sragen menjadi transaksi secara online.

Adanya anjuran dari Pemerintah Pusat agar mengurangi aktivitas di luar rumah membuat Pemkab Sragen meluncurkan beberapa gagasan, salah satunya pasar online.

Namun sejauh ini, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan masih perlu mensosialisasikan dan mengedukasi para pedagang di Pasar Bunder.

Penampar Perawat di Semarang Akhirnya Ditangkap Polisi, Ternyata Penjaga Malam Sekolah Dasar

Anang Hermansyah Akhirnya Buka Suara Soal Rencana Aurel Nikah Muda: Ga Ada yang Berani Ngomong

Ketahuan Pakai Kamera Jahat, Selebgram Ini Hapus Akun Medsos, Foto Asli Telanjur Viral

Menolak Diisolasi, PDP Corona Klaster Ijtima Jamaah Tabligh Ngamuk Ancam Perawat dan Dobrak Pintu

"Belum berjalan dengan baik, karena perlu kita edukasi terlebih dahulu para pedagang di Pasar Bunder agar terbiasa melakukan transaksi online," kata Bupati Yuni, Minggu (12/4/2020).

Yuni menyampaikan pihaknya sudah melakukan di uji coba di beberapa pedagang dan belum menemukan banyak kendala.

Pihaknya juga sedang berusaha untuk memberikan pemahaman dan edukasi para pedagang perihal bagaimana caranya menggunakan transaksi online ini.

"Nanti kalau sudah running well baik saya akan launching insyaallah, kalau masih belum matang dan masih belum layak untuk ditampilkan ya nggak usah dulu, daripada nantinya hanya keluar sebentar terus hilang selamanya," katanya.

Yuni mengungkapkan aplikasi yang akan digunakan ialah aplikasi lokal buatan teman-teman ASN di Kabupaten Sragen.

Sementara itu, Lurah Pasar Bunder Sragen, Sugino menyampaikan telah melakukan sosialisasi terhadap pedagang selama seminggu terakhir.

Sosialisasi dilakukan secara door to door atau mendatangi satu persatu pedagang karena tidak dimungkinkan mengumpulkan pedagang secara besar-besaran.

"Siapa yang mau ikut kami persilahkan, namun saat ini memang belum bisa mencakup secara keseluruhan pedagang," ujar Gino kepada Tribunjateng.com.

Gino menyampaikan beberapa pedagang terkendala dengan sistem pembayaran di pasar online, namun dengan beberapa penjelasan para pedagang mulai bisa.

Dari sebanyak 448 pedagang di kios, sebanyak 1.342 los dan pedagang oprokan siang malam sebanyak 500an.

Baru 28 pedagang pasar yang telah mendaftarkan diri di pasar online.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved