Berita Sragen
108 Petugas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Sragen Dilatih Khusus Lima Hari
Sebanyak 108 orang petugas yang akan ditempatkan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Sragen akan mengikuti pelatihan khusus selama lima hari.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebanyak 108 orang petugas yang akan ditempatkan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Sragen akan mengikuti pelatihan khusus selama lima hari.
Mereka terdiri dari tenaga medis, satpam, petugas laundry hingga cleaning servis.
Petugas tersebut akan dibagi menjadi tiga kelompok.
• BREAKING NEWS: Kecelakaan Tabrak Lari di Semarang, Mobil Seret Motor 1,4 Km, Sopir Dihajar Warga
• Bima Arya Sembuh Corona, Walikota Bogor Rutin Minum Air Rebusan Jahe dan Sirih Merah Selama di RS
• Shaloom Terjebak Lockdown di London, Wulan Guritno Temani Masak Jarak Jauh
• Ashanty Berikan Reaksi Tak Terduga Saat Aurel Hermansyah Curhat Kangen Atta Halilintar
Satu kelompok terdiri atas 36 petugas.
Sebanyak 20 di antaranya merupakan petugas medis.
"Satu kloter terdiri dari 20 orang tenaga medis.
Dia bisa shift pagi, siang, malam, kemudian kita punya penunjang medis juga.
Hari ini kami mengumpulkan teman-teman medis dan semua yang nanti akan bertugas.
Lima hari ke depan kita akan melaksanakan pelatihan terlebih dahulu," kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Senin (13/4/2020).
Setelah bertugas, mereka akan menjalani karantina mandiri di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sragen.
Karantina berlangsung selama 14 hari, batu diperbolehkan pulang ke rumah.
Yuni menerangkan, rumah sakit darurat ini akan dipergunakan beberapa PDB yang masih harus menunggu swab test dari rumah sakit.
"Diagnosis ringan bisa ditransfer ke sini.
Termasuk ODP yang yang memerlukan perawatan lebih intens.
Kalau membutuhkan penanganan lebih lanjut baru ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro, RSUD Soeratno atau RSUD dr Moewardi.
Karena ini rumah sakit darurat alat medis tidak sekomplit di rujukan," ungkap Yuni.
Lulus Budiyanto seorang konsulen yang juga anggota tim Covid-19 RSUD dr Soehadi Prijonegoro menambahkan para petugas akan mendapatkan beberapa pelatihan.
"Pertama tentu untuk deteksi pasien apakah itu PDP atau tidak.
Jadi nanti teman-teman yang jaga di sini harus bisa mendeteksi apa sini apakah layak masuk dalam PDP atau tidak," katanya.
Analisis pemeriksaan fisik perlu diperhatikan sehingga nanti ada emergency score.
Hasil penghitungan dapat menentukan masuk kategori PDP atau tidak.
Secara keseluruhan, ruang isolasi di Sragen berjumlah 40 ruang.
Dengan rincian 12 kamar di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, empat kamar di RSUD Soeratno Gemolong, dan Rumah Sakit Darurat sebanyak 24 kamar. (uti)
• Anak Perawat RSUP Dr Kariadi Semarang yang Meninggal Karena Corona Dapat Beasiswa Penuh Unimus
• Tubuh Ganjar Terbakar Saat Mainan Hand Sanitizer
• Beredar Pesan WA Pemerintah Akan Gratiskan Internet, Jangan Klik Link-nya! Ini Penjelasan Kominfo
• Caesar Hito Beri Mahar Rp 500 Miliar untuk Lamar Felicya Angelista?