Breaking News:

Berita Sragen

BREAKING NEWS: Satu Bayi dan Satu Anak di Sragen Positif Corona, Bupati Yuni Ceritakan Riwayatnya

Putra dari pasien laki-laki (39) itu adalah anak kandungnya berusia 1,4 tahun. Perempuan (47) adalah cucunya yang berusia tujuh tahun

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Kepala DKK Sragen Hargiyanto ketika ditemui di ruanganya, Selasa (14/4/2020) 

Satu Bayi dan Satu Anak di Sragen Positif Corona, Bupati Yuni Ceritakan Riwayatnya

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pasca ditetapkannya KLB Covid-19 di Kabupaten Sragen, Pemda Sragen melakukan tracking terhadap dua PDP positif Virus Corona.

Perkembangan terakhir dari hasil tracking, Pemda telah melakukan rapid test terhadap orang-orang terdekat yang sempat kontak langsung dengan PDP positif.

"Setelah kemarin kita mendapatkan hasil positif untuk dua orang pasien laki-laki dan perempuan, kami melakukan tracking dilakukan oleh Dinas kesehatan Kabupaten Sragen dengan Puskesmas,

"Hasilnya untuk di orang terdekat ini ada dua yang positif, dua-duanya adalah anak.

Kisah Bripka Jerry Makamkan Jenazah Pasien Corona yang 2 Jam Terlantar, Kapolri Telepon Tanyakan Ini

Promo Superindo 9-12 April 2020, Banyak Diskon di Akhir Pekan Cuma 3 Hari, Ini Daftarnya

Israel Ranking 1 Tempat Teraman dari Serangan COVID-19, Ternyata Kebiasaan Ini yang Jadi Penyelamat

Beredar Pesan WA Pemerintah Akan Gratiskan Internet, Jangan Klik Link-nya! Ini Penjelasan Kominfo

Satu adalah anak kandung pasien laki-laki dan satu ialah cucu pasien perempuan," terang Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruangannya, Selasa (14/4/2020).

Putra dari pasien laki-laki (39) itu adalah anak kandungnya berusia 1,4 tahun. Perempuan (47) adalah cucunya yang berusia tujuh tahun.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Shutterstock)

Lebih lanjut Yuni menyampaikan telah berdiskusi panjang dengan para dokter dan Ikatkan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan menerapkan alur atau bagan penentuan status dan tatalaksana terduga Covid-19 pada anak.

"Bagannya berisi, bila ada anak terduga Covid-19 kemudian dia tidak ada gejala itu berarti penanganannya adalah dengan isolasi mandiri,

"Perhatikan kecukupan gizinya kemudian harus tetap memakai masker dan berperilaku hidup bersih dan sehat," terang Yuni.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved