DPRD Kabupaten Pekalongan

Dewan Minta Kesiapan Puskesmas Wonokerto 2 Tangani Pasien Corona Benar-benar Matang

Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan monitoring di Pusekesmas Wonokerto 2 yang dijadikan rumah sakit lini ketiga.

IST
Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan monitoring di Pusekesmas Wonokerto 2 yang dijadikan rumah sakit lini ketiga. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan tekah menunjuk Puskesmas Wonokerto 2 sebagai rumah sakit rujukan lini tiga dalam penanganan dan pencegahan virus corona atau covid 19.

Oleh karena itu, puskesmas tersebut persiapan harus benar-benar matang.

Baik dari anggaran hingga penyediaan tenaga medis supaya diperhatikan sehingga saat difungsikan benar-benar dapat bermanfaat.

"Kedatangan kami ke sini untuk monitoring dan melihat kesiapan secara langsung rumah sakit rujukan lini tiga ini," kata Ketua Komisi IV DPRD, Kholis Jazuli, saat meninjau rumah sakit lini ketiga, Sabtu (11/4/2020).

Kholis mengungkapkan, setelah mendengar keterangan langsung dari pihak Dinas Kesehatan yang bertanggungjawab dalam pemfungsian puskemas tersebut, perlu perhatian khusus yakni soal tenaga medis.

Bukan hanya dokter maupun perawat, namun kebutuhan lainnya seperti sopir ambulans, cleaning servis, dan lainnya masing kurang.

"Maka perlu adanya relawan dalam mencukupi kebutuhan sumber daya manusia di rumah sakit rujukan ini. Tapi, dari dinas kesehatan sudah mengusulkan tenaga medis akan diambilkan dari petugas yang ada di sejumlah puskemas," ungkapnya.

Menurut Cholis, kalau mengambil SDM dari puskesmas lain dikhawatirkan menganggu kinerja di tempat lain sehingga diharapkan mencari solusi lain.

"Kami mengusulkan, supaya mencari relawan tenaga medis dari sejumlah perguruan tinggi, khususnya yang memiliki jurusan ilmu kesehatan," ujarnya.

Kabid P2P Dinas Kesehatan, Bambang menjelaskan Puksesmas Wonokerto 2 dijadikan rumah sakit rujukan lini tiga hanya merawat Orang Dalam Pantauan (ODP).

Walau begitu, meski sudah dipersiapkan harapannya tidak ada pasien atau zero pasien.

"Kalau ada pasien ODP yang mengarah ke PDP, maka kami akan mempersiapkan langkah-langkah untuk merujuk ke RSUD Kraton. Sebab keberadaan rumah sakit ini untuk mengantisipasi berbagai lonjakan yang mungkin terjadi dan hal ini memang tidak diharapkan oleh pemerintah daerah," katanya.

Bambang mengatakan mengenai SDM, akan diambilkan dari Puskesmas Wonokerto 2 dan kekuarngannya diambilkan dari petugas di puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Kemudian pihaknya akan mengkaji sistem perekrutan seperti itu, apabila memang mengganggu maka dilakukan perekrutan mandiri yakni dari relawan-relawan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved