Breaking News:

Berita Kebumen

Keberanian Siswi SD di Kebumen Ceritakan Peristiwa Pencabulan Terhadapnya, Pelaku Pensiunan PNS

Beruntung korban punya keberanian untuk menceritakan perbuatan tersangka kepada orang tua, sehingga kasus itu terbongkar

Istimewa
Kapolres Kebumen AKBP Rudy memerlihatkan tersangka dan alat bukti kasus persetubuhan anak di bawah umur. 

Keberanian Siswi SD di Kebumen Ceritakan Peristiwa Pencabulan Terhadapnya, Pelaku Pensiunan PNS

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Seorang kakek, SU (66) warga Kecamatan Karanggayam Kebumen harus mendekam di balik jeruji besi rumah tahanan Polres Kebumen.

Ia diduga melakukan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur.

Ironis, gadis yang ia setubuhi, Bunga, samaran, masih amat belia.

Gadis malang itu baru berusia 8 tahun dan masih duduk di Sekolah Dasar.

Parahnya, tersangka ternyata adalah pensiunan PNS di sebuah Sekolah Dasar di wilayah Karanggayam. 

Fakta Mengejutkan Virus Corona: Dipanaskan 60 Derajat Masih Hidup, Ini Satu-satunya Cara Membunuhnya

Beredar Pesan WA Pemerintah Akan Gratiskan Internet, Jangan Klik Link-nya! Ini Penjelasan Kominfo

Panji Petualang Kaget Disamperin King Kobra Garaga dari Belakang, Tertawa Lihat Kondisinya Kini:Gila

Kakak Beradik di Banyumas Dituntut Hukuman Mati, Peristiwa Lima Tahun Lalu Jadi Penyebabnya

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press releas, tersangka melakukan persetubuhan pada pada bulan Maret dan April tahun 2020 ini.

Beruntung korban punya keberanian untuk menceritakan perbuatan tersangka kepada orang tua, sehingga kasus itu terbongkar. 

"Korban cerita ke orang tua yang selanjutnya dilaporkan ke kami," jelas AKBP Rudy didampingi Kasat Reskrim AKP Mardi saat jumpa pers, Rabu (15/4).

 Kepada polisi kakek 3 cucu ini mengaku menyesali perbuatannya.

Ia juga mengaku malu kepada anak dan istrinya akibat perbuatannya itu.

Tapi nasi sudah menjadi bubur.Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 81 UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ia diancam kurungan penjara paling lama 15 tahun penjara. 

Hingga sampai saat ini, tersangka masih diperiksa intensif oleh Penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved