Berita Pekalongan
Operasi Simpatik, Punokawan dan Badut Corona di Pekalongan Bagikan Masker
Langkah kreatif dilakukan Satlantas Polres Pekalongan Kota saat menggelar Operasi Keselamatan Candi 2020 di Jalur Pantura
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Langkah kreatif dilakukan Satlantas Polres Pekalongan Kota saat menggelar Operasi Keselamatan Candi 2020 di Jalur Pantura, tepatnya di Monumen Djoeng 45, Selasa (14/4/2020).
Ada dua punakawan Semar dan Petruk yang turun ke jalan.
Ada juga badut yang menggunakan kostum corona.
Mereka membagikan masker dan hand sanitzer kepada pengguna jalan yang melintas.
• Hanung Bramantyo Blakblakan Tak Sanggup Lagi Bayar Gaji Karyawan
• Israel Ranking 1 Tempat Teraman dari Serangan COVID-19, Ternyata Kebiasaan Ini yang Jadi Penyelamat
• Wanita Kelahiran Semarang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Selangor Malaysia, 27 Hari di Kamar Mayat
• Viral Wanita Lemparkan Uang ke Kurir Pengiriman Paket, Diduga Takut Kena Corona
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez mengatakan, pembagian masker bagi pengendara motor dan mobil ini bentuk dukungan bagi program pemerintah pusat.
"Kami melakukan operasi kali ini tidak melakukan penegakan hukum. Namun, mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berpergian," kata AKBP Egy kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/4/2020).
Menurutnya, penggunaan masker saat berpergian bertujuan memutus rantai penyebaran virus corona.
Bagi pengguna jalan yang tidak menggunakan masker, polisi memberhentikannya.
Kemudian diberi imbauan selain mendapat masker dan hand sanitizer.
"Alhamdulillah, sebagian besar masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya menggunakan masker.
Kali ini ada 2.000 masker dan hand sanitizer yang dibagikan kepada pengguna jalan.
Saya berharap masyarakat mematuhi imbauan yang sudah diberikan oleh pemerintah terkait pencegahan virus corona," ujarnya.
Tina (27) warga Noyontaan, Kecamatan Pekalongan Timur, mengapresiasi langkah Polres Pekalongan Kota ikut mencegah penyebaran virus corona.
"Kaget, saat berangkat kerja ini diberhentikan polwan.
Saya kira saya melanggar, ternyata diberikan imbauan ketika berpergian harus menggunakan masker.