Breaking News:

Wabah Virus Corona

Cara Kerja Efektif dan Aman Jurnalis di Tengah Pandemi Corona

Di tengah wabah virus corona, preferensi utama wartawan atau jurnalis dalam mencari informasi selain siaran pers adalah konferensi pers daring.

Editor: m nur huda
Freepik
Ilustrasi Virus corona 

TRIBUNJATENG.COM - Di tengah wabah virus corona, preferensi utama para pekerja media, wartawan atau jurnalis dalam mencari informasi selain siaran pers adalah konferensi pers daring.

Simpulan itu dirilis Imogen Communication Institute (ICI) dari hasil riset bertajuk “Apa yang Media Butuhkan selama WFH” pada medio April 2020.

Riset yang melibatkan 115 jurnalis media massa di 10 kota Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Palembang, Medan, Pekanbaru, Makassar, Banjarmasin, Samarinda dilakukan dengan metode kuantitatif maupun kualitatif.

Profil Gus Baha, Putra Ulama Ahli Quran dan Santri Kesayangan Mbah Moen yang Kini Digandrungi

Dampak Corona, 2.449 Tenaga Kerja di Solo Kena PHK dan Dirumahkan, Mayoritas Sektor Perhotelan

Heboh Militan Suriah Menyerah Mengaku Didanai dan Dilatih AS, Kini Ingin Hidup Normal 

Patung Dewa Setinggi 30 Meter di Tuban Runtuh, Polisi Dilarang Masuk Lokasi

Update Corona 16 April 2020 di Jateng, Jabar, DIY dan Jatim hingga Tingkat Kabupaten / Kota

Update Corona 16 April di Dunia: Tembus Angka 2 Juta Pasien Covid-19, 134.616 Meninggal

“ Konferensi pers daring sejalan dengan instruksi pemerintah dalam memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Direktur Imogen Communication Institute, Widi Wahyu Widodo, dalam pernyataan tertulis, Kamis (16/4/2020).

Dari total responden, 61,4 persen memilih konferensi pers daring saat Work From Home (WFH), karena masih memungkinkan mereka bertanya langsung kepada narasumber melalui kolom komentar atau live chat.

Sementara 28,7 persen lebih memilih metode menerima siaran pers dan 9,9 persen memilih siaran pers berupa video streaming.

Ia menjelaskan, para jurnalis sangat membutuhkan informasi langsung dari narasumber, khususnya ketika narasumber dalam konferensi pers daring adalah ahli atau tokoh yang relevan dan kredibel dengan situasi sekarang.

“Apalagi jika mereka cukup sulit untuk dihubungi secara pribadi, sehingga konferensi pers daring bisa menjadi sarana bagi wartawan untuk bertanya langsung selama sesi tanya jawab,” ucap dia.

Dalam riset tersebut, ICI menemukan bahwa medium yang digunakan untuk konferensi pers daring cukup beragam, seperti Youtube streaming, Live Instagram, Zoom Meeting, dan Google Meet.

“Tapi sebagian besar lebih memilih Youtube dan Zoom yang memiliki fitur live chat. Konferensi pers daring yang sudah berlangsung juga bisa ditonton kembali dengan adanya fitur recording,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved