Breaking News:

Wabah Virus Corona

Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil di Pasar Domestik Turun 40 Persen karena Wabah Virus Corona

Semua sektor bisnis terganggu pandemi virus corona atau Covid-19, tak terkecuali industri otomotif tanah air yang kini ikut meredup dihantam wabah ter

ISTIMEWA
ILUSTRASI - Petugas mempersiapkan gerai pameran di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (1/8/2018). GIIAS 2018 digelar Kamis (2/8) hingga Minggu (12/8). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semua sektor bisnis terganggu pandemi virus corona atau Covid-19, tak terkecuali industri otomotif tanah air yang kini ikut meredup dihantam wabah tersebut.

Target pertumbuhan penjulan mobil pasar domistik, dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun ini pun mustahil direalisasikan.

Adapun target penjualan Gaikindo tahun ini mencapai 1 juta unit kendaraan lebih, atau naik 5 persen dari 2019.

Pasien Positif Corona di Kober Purwokerto Akhirnya Mengaku Peserta Ijtima Jamaah Tabligh Gowa

Selepas Pesta Miras Ciu, Remaja Putri Mabuk di Semarang Ini Dianiaya Pria Hingga Babak Belur

Pesan Korban Corona Asal Karanganyar: Kalaupun Saya Mati, Saya Ingin Mati di Rumah

Petaka Resepsi, Carter Bus Hadiri Acara Pernikahan di Jakarta, IRT asal Grobogan Positif Corona

Data Gaikindo yang terima Tribunjateng.com, penjualan mobil Maret lalu mengalami penuruan mencapai 15 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Di mana penjualan mobil Maret lalu hanya di angka 76.800 unit, total tersebut lebih rendah dibanding Maret tahun lalu yang mencapai 90.368 unit.

Berdasarkan kondisi perekonomian nasional, Gaikindo memprediksi penjualan mobil di pasar domistik akan kembali turun di angka 40 persen April ini.

Dalam data tak hanya mobil tipe hatcback yang menurun penjulanannya, namun kendaraan niaga juga ikut terdampak penjualannya.

Dikatakan Ari Adhiyanto, Marketing Support PT Zirang, yang membawahi wilayah Jateng, penjualan mobil niaga di Jateng juga terdampak Covid-19.

"Dampaknya benar-benar kami rasa, karena mayoritas pelanggan kami ada di sektor bisnis," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (17/4/2020).

Dilanjutkannya, dari sisi penjualan banyak pelanggan menunda pembelian kendaraan niaga.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved